View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penyakit surra pada anjing

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (8.161Mb)
      Date
      1986
      Author
      Wargadipura, Wawan Hadi Erawan
      Varonica
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Trypanosoma evansi mempunyai bentuk langsing dengan sifat morfologi monomorph, mempunyai selaput beralun dan benda cambuk yang muncul dari bagian posterior tubuh, inti terletak ditengah berbentuk bulat atau oval, struktur kinetoplast terletak subterminal, kecil dengan diameter ku- rang lebih 0,6 mikron. Ukuran dari parasit ini bervariasi dengan panjang 15 36 mikron (rata-rata 24 mikron) dan lebar 1,0 2,5 mikron (rata-rata 1,5 mikron). Kadang-kadang bentuk abnormal muncul seperti bentuk dyskinetoplast dan polymorph, tetapi bentuk ini tak stabil dan sangat jarang terjadi. Penyakit Surra secara khas muncul di India, tetapi ki- ni telah tersebar luas, meliputi Asia, Afrika sebelah Utara dan Amerika Selatan dan Tengah serta beberapa tempat di Eropa. Induk semang dari Surra adalah vertebrata berdarah panas dimana induk semang ini dapat pula bertindak sebagai reservoir. Kejadian Surra pada anjing telah dilaporkan dari beberapa negara, termasuk juga Indonesia. Penularan penyakit ini selain dengan vektor mekanik, juga dapat peroral serta penularan secara mekanik. Surra pada anjing berjalan akut dengan angka kematian dapat mencapai 100%, sementara itu penyembuhan secara spontan sangat jarang terjadi. Masa inkubasi bervariasi antara 40 jam sampai 16 hari tergantung jumlah parasit yang masuk kedalam tubuh hewan. Gejala klinis yang tampak cukup memudahkan dalam mendiagnosa penyakit ini karena adanya gejala-gejala yang khas (patognomonis), yaitu: demam, kekurusan, kekeruhan pada kornea mata juga adanya hypopion dan hypohaemon serta udema yang asymetris. Lebih lanjut penyakit ini dapat memperlihatkan gejala dari gangguan syaraf. Sedangkan perubahan pasca mati dapat terlihat pada keadaan umum, kulit mucosa usus dan lambung, hati, ginjal, paru-paru, limpa, kelenjar limfe dan jaringan otak. Meskipun penyakit Surra pada anjing memperlihatkan gejala yang khas, tetapi dalam penentuan diagnosa perlu dilakukan diagnosa secara laboratoris. Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan pemeriksaan terhadap adanya parasit dalam darah. Cara ini paling praktis dan efisien untuk Surra pada anjing karena perjalanan penyakitnya bersifat akut…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139576
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository