View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Faktor - faktor yang mempengaruhi keberhasilan vaksinasi penyakit mulut dan kuku ( PMK ) di Indonesia

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (8.047Mb)
      Date
      1987
      Author
      Gozali, Achmad
      Malole, Marthen B. M.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit demam akut, menyerang hewan berkuku genap dengan tanda-tanda khas yaitu adanya lepuh-lepuh pada lidah, mulut, teracak, puting susu, kelenjar susu dan rumen. Pada hewan muda ditemukan degenerasi dari otot kerangka dan myocardium yang dapat menyebabkan kematian. Kerugian yang diderita bukan hanya pada mortalitasnya tetapi terutama pada morbiditasnya. Di Indonesia, PMK telah dikenal sejak akhir abad ke 19 di daerah Malang dan sekarang khususnya Pulau Jawa pada akhir tahun 1986 sudah dinyatakan bebas PMK. Program terpenting dalam penanggulangan PMK adalah vak sinasi. Namun demikian kegiatan vaksinasi tidak selalu ber hasil, karena banyak faktor yang menghambatnya. Skripsi ini bertujuan untuk membahas faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di lapangan, khususnya di Indonesia. Faktor-faktor tersebut adalah: 1. Faktor Penyakit: a. Sifat penyakit yang cepat mewabah, serta masa inkuba si yang cepat mencapai 24 jam, sehingga program vaksinasi tidak dapat mengejar kecepatan penyebaran penyakit. b. Adanya hewan-hewan carrier dan hewan-hewan dewasa sakit yang tidak mati, yang dapat menularkan virus ke hewan peka. c. Variasi antigen yang sering berubah menyulitkan pengontrolan penyakit. 2. Faktor induk semang (host): a. Penekanan kekebalan terjadi akibat adanya antibodi maternal, infestasi parasit darah, keracunan bahan bahan kimia, defisiensi protein absolut, defisiensi Zn dan Se, serta stress. b. Respon imun (primer dan sekunder) merupakan proses biologis yang tidak pernah sama setiap individu dalam suatu populasi hewan yang divaksinasi. Respon imun terhadap vaksin PMK dipengaruhi oleh bangsa hewan, umur, keadaan fisiologis hewan, makanan dan ada nya antibodi yang berasal dari infeksi sebelumnya. 3. Faktor vaksin : a. Kontrol vaksin meliputi test keamanan, kemurnian, kestabilan dan potensi vaksin…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139534
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository