Faktor - faktor yang mempengaruhi keberhasilan vaksinasi penyakit mulut dan kuku ( PMK ) di Indonesia
Abstract
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit demam akut, menyerang hewan berkuku genap dengan tanda-tanda khas yaitu adanya lepuh-lepuh pada lidah, mulut, teracak, puting susu, kelenjar susu dan rumen. Pada hewan muda ditemukan degenerasi dari otot kerangka dan myocardium yang dapat menyebabkan kematian. Kerugian yang diderita bukan hanya pada mortalitasnya tetapi terutama pada morbiditasnya. Di Indonesia, PMK telah dikenal sejak akhir abad ke 19 di daerah Malang dan sekarang khususnya Pulau Jawa pada akhir tahun 1986 sudah dinyatakan bebas PMK.
Program terpenting dalam penanggulangan PMK adalah vak sinasi. Namun demikian kegiatan vaksinasi tidak selalu ber hasil, karena banyak faktor yang menghambatnya.
Skripsi ini bertujuan untuk membahas faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di lapangan, khususnya di Indonesia. Faktor-faktor tersebut adalah:
1. Faktor Penyakit:
a. Sifat penyakit yang cepat mewabah, serta masa inkuba si yang cepat mencapai 24 jam, sehingga program vaksinasi tidak dapat mengejar kecepatan penyebaran penyakit.
b. Adanya hewan-hewan carrier dan hewan-hewan dewasa sakit yang tidak mati, yang dapat menularkan virus ke hewan peka.
c. Variasi antigen yang sering berubah menyulitkan pengontrolan penyakit.
2. Faktor induk semang (host):
a. Penekanan kekebalan terjadi akibat adanya antibodi maternal, infestasi parasit darah, keracunan bahan bahan kimia, defisiensi protein absolut, defisiensi Zn dan Se, serta stress.
b. Respon imun (primer dan sekunder) merupakan proses biologis yang tidak pernah sama setiap individu dalam suatu populasi hewan yang divaksinasi. Respon imun terhadap vaksin PMK dipengaruhi oleh bangsa hewan, umur, keadaan fisiologis hewan, makanan dan ada nya antibodi yang berasal dari infeksi sebelumnya.
3. Faktor vaksin :
a. Kontrol vaksin meliputi test keamanan, kemurnian, kestabilan dan potensi vaksin…dst
