Periode kritis jahe (Zingiber officinale Rosc.) jenis badak terhadap kompetisi gulma
View/ Open
Date
1991Author
Adams, Yose Manindjo
Wiroatmodjo, Joedojono
Utomo, Hidayat
Metadata
Show full item recordAbstract
Percobaan untuk menentukan periode kritis jahe jenis badak terhadap kompetisi gulma telah dilaksanakan sejak bulan Desember 1989 sampai dengan bulan Juni 1990 di Kebun Cimulang, PT Perkebunan XI. Hipotesis yang diajukan yaitu (1) Semakin lama gulma berada di areal pertanaman, hasil jahe semakin menurun dan (2) Terdapat suatu periode di dalam pertumbuhan tanaman jahe yang kritis (peka) terhadap persaingan dengan gulma dan dapat menurunkan hasil secara nyata.
Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 12 perlakuan, yaitu bersih gulma 0 30 HST (A), O - 60 HST (B), 0 90 HST (C), 0 120 HST (D), 0- 150 HST (E), 0- 180 HST (F), bergulma 0 - 30 HST (G), O 60 HST (H), O 90 HST (I), 0 120 HST (J), O 150 HST (K) dan 0 180 HST (L). Masing-masing perlakuan diulang 4 kali, sehingga terdapat 48 satuan percobaan. Setiap petak percobaan berukuran 4 m x 4.2 m. Jarak tanam yang digunakan yaitu 60 cm x 40 cm. Sebelum pengolahan tanah, dilakukan analisis vegetasi untuk menentukan gulma dominan. Pengamatan dilakukan terhadap tanaman jahe dan gulma. Untuk tanaman jahe meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, bobot kering rimpang, batang dan daun per rumpun, ILD dan hasil segar (per rumpun dan per hektar). Sedangkan untuk gulma meliputi persentase penutupan gulma dan bobot kering gulma...
