Pengaruh dosis herbisida oxyfluorfen dan waktu penyiangan terhadap tanaman dan produksi kacang tanah (Arachis hypogaea L.)
Abstract
Salah satu sebab rendahnya produksi kacang tanah di Indonesia adalah sulit terkendalinya gulma sebagai tumbuhan pengganggu. Kerugian disebabkan oleh per-aingan gulma dengan tanaman budidaya terhadap penyerapan unsur hara, air, ruang tumbuh serta inang hama penyakit.
Mengingat banyaknya kerugian yang ditimbulkan oleh gulma perlu suatu cara pengendalian dimana keuntungan yang didapat dengan menekan gulma paling tidak seimbang dengan usaha dan biaya yang dikeluarkan.
Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui dosis herbisida oxyfluorfen yang paling optimum dan men- bandingkannya dengan penyiangan pada pertanaman kacang tanah.
Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terpisah. Digunakan empat taraf herbisida (Petak Utama) yaitu 0, 0.5, 1.0 dan 1.5 l/ha, serta empat taraf saat penyiangan (Anak Petak) yaitu tanpa siang, disiang saat 3 MST, disiang saat 6 MST dan disiang dua kali saat 3 dan 6 MST.
Secara umum herbisida oxyfluorfen tidak menimbulkan keracunan yang berarti pada tanaman kacang tanah. Pada percobaan ini, pengendalian gulma sebaiknya dilakukan dengan cara penyiangan baik pada 3 MST atau 6 MST. Keampuhan oxyfluorfen mungkin berkurang, karena waktu percobaan ini dilaksanakan terjadi kemarau panjang.
