View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Gangguan reproduksi pada sapi perah : suatu studi kasus di Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor Propinsi Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (7.362Mb)
      Date
      1989
      Author
      Mirzayenni
      Achjadi, R. Kurnia
      Purwantara, Bambang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kekurang berhasilan dan gangguan reproduksi pada sapi perah di Kabupaten Bogor. Sapi yang digunakan sebagai bahan studi kasus ini adalah sapi perah impor dan lokal milik peternakan rakyat yang termasuk anggota Koperasi Unit Desa (KUD) di Kecamatan Cisarua, Semplak dan Beiji-Depok. Peternakan sapi perah di Kabupaten Bogor mulai dikembangkan semenjak tahun 1979 melalui program bantuan sapi Panca Usaha Sapi Perah (PUSP) tahap I sebanyak 50 ekor, disusul program PUSP tahap II tahun 1983 sebanyak 150 ekor yang tersebar diseluruh kecamatan di Kabupaten Bogor. Selain dari program PUSP juga mendapat bantuan dari Bantuan Koperasi (Bankop), Bantuan Presiden (Banpres) dan Bank Umum Koperasi Indonesia (BUKOPIN). Dari data yang diperoleh menunjukan bahwa perkembangan sapi perah di Kabupaten Bogor secara umum mengalami penurunan sekitar 11,68 %. Dari hasil wawancara dengan 82 peternak responden, diperoleh gambaran bahwa cara pemeliharaan sapi perah masih sangat sederhana dan tradisional. Hal ini sangat erat hubungannya dengan taraf pendidikan peternak yang masih rendah dan belum merata. Sumber pengetahuan informal ternak peternak didapat dari penyuluhan-penyuluhan, pengalaman dan masyarakat sekitar. Diperoleh informasi bahwa dapat dirasakan besarnya manfaat kursus peternakan yang diadakan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Bogor. Sapi-sapi yang menunjukan gejala berahi akan segera dilaporkan ke Inseminator (92,00 %), sedangkan Inseminator akan datang sekitar 0 67,55 %, 12 - 6 jam setelah pelaporan 31,07 %, 7 12 jam - 18 jam 1,29 % dan lebih 18 jam 0,9 %. Dari hasil Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) dapat diketahui nilai Service per Conception (S/C), nilai Conception Rate (CR) dan Calving Interval (CI) untuk daerah Kabupaten Tingkat II Bogor masih rendah dan dibawah standar yang baik. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengelolaan (manajemen), lingkungan, iklim, hereditas dan lain-lain…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139202
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository