Analisa pemasaran kubis di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung
Abstract
Penelitian yang dilakukan selama masa praktek lapang ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pemasaran kubis yang dihasilkan petani di daerah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung. Penganalisaan dilakukan melalui keadaan struktur, tingkah laku dan keragaan pasar.
Penelitian ini dititik beratkan pada pendekatan komoditi, pemilihan sampel lembaga pemasaran dilakukan dengan mengikuti arus komoditi, sejak dari produsen sampai kepada konsumen akhir. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juli tahun 1986.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar yang terjadi adalah oligopsoni/monopsoni di daerah produsen dan mendekati bersaing di daerah konsumen. Hal tersebut (oligopsoni/monopsoni) muncul karena adanya faktor- faktor yang membantu, seperti kekuasaan ekonomis pada pihak pembeli, faktor psikologis, faktor kulturil, faktor ancaman dan lain-lain.
Tidak sempurnanya penanganan kubis menyebabkan tingginya biaya susut, yang selanjutnya menyebabkan tingginya biaya pemasaran. Tidak efisiennya pemasaran secara operasional dan ekonomis menyebabkan rendahnya bagian harga konsumen yang diterima petani, sebesar 25 persen dari harga di tingkat pengecer. Marjin pemasaran yang sebesar 75 persen dari harga di tingkat pengecer, terdiri dari biaya pemasaran sebesar 27.44 persen dan keuntungan lembaga pemasaran sebesar 47.55 persen. Biaya pemasaran sebagian besar terdiri dari biaya susut dan biaya angkut, masing- masing sebesar 12.5 persen dan 7.15 persen dari harga di tingkat pengecer. Sedangkan keuntungan lembaga pemasaran sebagian besar diperoleh oleh lapak, yakni sebesar 21.96 persen dari harga di tingkat pengecer, kemudian diikuti oleh pedagang pengecer, bandar dan leveransir yang masing- masing sebesar 19.73 persen, 3.96 persen dan 1.90 persen dari harga di tingkat pengecer.
