View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Tumpangsari padi dengan beberapa jenis kacang-kacangan pada budidaya jenuh air

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (12.75Mb)
      Date
      2004
      Author
      Suginarti
      Sugiyanta
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kacang-kacangan merupakan komoditas pertanian yang mempunyai nilai guna tinggi, yaitu sebagai sumber protein. Padi (Oryza sativa. Linn) merupakan makanan pokok bagi hampir seluruh penduduk Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekurangan produksi kacang-kacangan dan padi adalah dengan alternatif penanaman secara tumpangsari (Intercropping) antara kacang-kacangan dan padi dengan kondisi jenuh air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik agronomi sistem tumpangsari antara kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau dengan padi pada Budidaya Jenuh Air. Penelitian dilaksanakan di sawah petani Ciherang Kidul, Kabupaten Bogor pada ketinggian 250 m diatas permukaan laut, curah hujan mencapai 3300mm per tahun dengan jenis tanah regosol. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Juni 2003. Rancangan percobaan yang digunakan untuk tanaman padi adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), sedangkan untuk tanaman kacangan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicobakan terdiri dari dua faktor, yaitu lebar bedengan tanaman kacangan (G1= lebar bedengan 1m, lebar sawah 2m (1:2) dan G2= lebar bedengan 2m, lebar sawah 1m (1:2) dan jenis kacangan yang di tumpangsarikan yaitu T1 Kedelai, T2= Kacang tanah dan T3 Kacang hijau. Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali, sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Hasil penelitian ini pada perlakuan lebar bedengan menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap jumlah polong isi/tanaman, bobot polong basah/tanaman dan bobot polong kering/tanaman kacang tanah, tinggi tanaman padi saat umur 3, 6, 7, 8 minggu setelah tanam, bobot basah dan kering akar, tajuk tanaman padi, dan umur berbunga pada tanaman padi. Perlakuan jenis tanaman kacangan yang ditumpangsarikan dengan padi menunjukkan pengaruh nyata pada bobot gabah isi/petak dan interaksi antar lebar bedengan dengan jenis tanaman kacangan yang ditumpangsarikan menunjukkan pengaruh nyata terhadap bobot kering akar, tajuk padi dan bobot gabah 1000 butir. Seluruh pola tumpangsari yang dicobakan ternyata mempunyai nilai NKL yang lebih besar dari satu serta pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan pertanaman monokulturnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pola pertanaman tumpangsari lebih menguntungkan dari pola pertanaman monokultur baik dari segi pendapatan maupun dari efisien lahannya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138978
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository