Pengaruh waktu tanam kedelai (Glycine max L.) dalam pertanaman tumpangsari dengan jagung (Zea mays L.) terhadap pertumbuhan, hasil dan komponen hasil kedua tanaman
Abstract
Tumpangsari merupakan salah satu bentuk penanaman berganda yang sudah banyak dikenal oleh kalangan petani. Tumpangsari ini mempunyai banyak keuntungan, diantaranya ialah mengurangi resiko kegagalan, tetapi masih terdapat masalah yang harus dipecahkan, yaitu persaingan antar dan inter jenis tanaman untuk memperebutkan faktor tumbuh.
Usaha yang dilakukan untuk mengurangi persaingan tersebut adalah dengan memilih jenis dan varietas tanaman yang cocok untuk tumpangsari dan juga pengaturan waktu tanam antar kedua tanaman.
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan waktu tanam kedelai terhadap pertumbu- han, hasil dan komponen hasil tanaman kedelai yang ditanam secara tumpangsari dengan jagung.
Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Petak Terpisah, dengan varietas jagung sebagai petak utama (2 varietas) dan waktu tanam kedelai sebagai anak petak (4 taraf). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Data hasil pengamatan dianalisa dengan uji sidik ragam dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur atau regresi…dst
