Aspek klinis canine ehrlichiosis
Abstract
Canine ehrlichiosis adalah suatu penyakit yang menye- rang Canidae dan disebabkan oleh Rickettsia, yaitu Ehrli- chia canis. Organisme ini berkembang dalam sitoplasma leukocyt, terutama monocyt, dengan cara pembelahan seder- hana. Selain leukocyt, kadang-kadang organisme menyerang hystiocyt, sel-sel endothel, dan sel-sel batang (stem cells) dari sumsum tulang. Pada percobaan in vitro, Ehrlichia canis dapat berkembang dalam kultur monocyt yang berasal dari darah anjing.
Canine ehrlichiosis ditemukan pertama kali pada tahun 1935, tetapi baru benar-benar diperhatikan pada permulaan tahun 1963, dan sampai kini telah tersebar di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Kejadian penyakit ini di Indonesia, dilaporkan secara resmi pada tahun 1983.
Induk semang Ehrlichia canis adalah vertebrata dan invertebrata. Canidae merupakan induk semang vertebrata. Caplak Rhipicephalus sanguineus, selain sebagai induk semang invertebrata, juga bertindak sebagai vektor dalam penyebaran penyakit.
Masa inkubasi canine ehrlichiosis bervariasi antara 10- 15 hari. Gejala klinik yang tidak pathognomonis menyebabkan perlunya pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosa penyakit ini. Pada pemeriksaan darah ditemukan keadaan pancytopenia, yaitu jumlah seluruh sel darah mengalami penurunan, dan adanya organisme intrasitoplasma leukocyt.
Derajat keparahan penyakit bertambah jika ada infeksi sekunder oleh Babesia canis dan atau Haemobartonella canis yang biasa menyertai penyakit ini. Babesiosis dan haemobartonellosis sering mengacaukan diagnosa karena gejala kliniknya mirip canine ehrlichiosis. Untuk membedakan ketiga penyakit tersebut, juga perlu diadakan pemeriksaan laboratorium.
Selain memperhatikan gejala klinik dan pemeriksaan laboratorium, untuk lebih lebih menguatkan diagnosa dapat dipakai uji biologis…dst
