Pengaruh Perlakuan Hidrasi-Dehidrasi Terhadap Viabilitas Benih Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) var. Betet
View/ Open
Date
1988Author
Pasaribu, Helena
Pranoto, Harry S.
Qadir, Abdul
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh per- lakuan hidrasi-dehidrasi terhadap viabilitas benih kacang hijau varietas Betet.
Perlakuan hidrasi-dehidrasi dilakukan dengan 2 cara yaitu perendaman benih dalam air dan pelembaban benih pada kelembaban nisbi tinggi serta tanpa perlakuan hidrasi- dehidrasi sebagai kontrol. Hidrasi-dehidrasi dilakukan terhadap 6 jenis kondisi benih yang terdiri atas benih baik dan benih mundur yang berasal dari pemupukan 45 kg N/ha, 90 kg N/ha dan 135 kg N/ha. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial. Pengamatan meliputi daya berkecambah benih, kecepatan tumbuh benih, laju pertumbuhan kecambah, keserempakan tumbuh, pendugaan daya simpan, uji kondisi kekeringan dan uji daya hantar listrik.
Sebagian besar tolok ukur memperlihatkan bahwa perlakuan hidrasi-dehidrasi memberikan pengaruh yang berbeda- beda sesuai dengan kondisi benih.
Perlakuan hidrasi-dehidrasi dapat meningkatkan daya berkecambah dan keserempakan tumbuh benih kacang hijau.
Benih yang berasal dari pemupukan 135 kg N/ha perkecambahannya lebih baik dibandingkan dengan benih yang berasal dari pemupukan lain yang dosisnya lebih rendah.
Perlakuan hidrasi-dehidrasi yang dilakukan dengan jalan perendaman benih dalam air masih lebih baik dibandingkan dengan perlakuan pelembaban pada kelembaban nisbi tinggi pada hampir semua kondisi benih. Benih mundur lebih respon terhadap perlakuan hidrasi-dehidrasi.
