Pengaruh hasil pemilihan blower terhadap produksi dan viabilitas benih wijen (Sesamum indicum L.)
View/ Open
Date
1990Author
Wardhani, Tri
Sadjad, Sjamsoe'oed
Hasanah, Maharani
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, dan Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) pada bulan Februari sampai Agustus 1989. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berat jenis benih wijem hasil pemilahan blower terhadap produksi dan viabilitas benih yang dihasilkan. Bahan dan alat yang digunakan meliputi benih wijen varietas TSI-4B dan Bogor Hitam, 300 kg/ha Urea, 400 kg/ha TSP dan 200 kg/ha KCl, Dithane M-45, Thi- odan, Agrept, Furadan 3G, alat pengolah lahan, alat pengecambah dan perlengkapannya.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yang masing-masing terdiri dari 2 taraf. Faktor pertama adalah hasil pemilahan blower (A) yang terdiri dari hasil pemilahan blower bagian bawah (A1) dan hasil pemilahan blower bagian atas (A2). Faktor kedua adalah varietas (B) yang terdiri dari TSI-4B (B₁) dan Bogor Hitam (B2). Setiap perlakuan dilakukan dalam 3 ulangan sehingga diperoleh 12 satuan percobaan.
Benih wijen yang sudah dipilah dengan blower pada pembukaan angin skala 7 selama 5 menit ditanam dan benih yang dihasilkan diuji di laboratorium. Selama masa pertumbuhan di lapang dilakukan pengamatan terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang total dan cabang produktif, umur berbunga dan umur panen, jumlah polong/tanaman, produksi benih/petak, rendemen benih dan bobot 1 000 butir benih. Pengamatan di laboratorium meliputi tolok ukur daya berkecambah, berat kering kecambah normal, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh dan Valk.
Interaksi antara hasil pemilahan blower dan varietas memberikan pengaruh yang berbeda terhadap tinggi tanaman pada 11, 12 dan 13 MST, umur panen, produksi benih/petak, rendemen benih dan bobot 1 000 butir benih. Interaksi tersebut juga memberikan pengaruh yang berbeda terhadap berat kering kecambah, kecepatan tumbuh dan Valk.
