View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Stronglyus vulgaris Pada Kuda

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (8.636Mb)
      Date
      1987
      Author
      Hidayat, Arif
      Atmowisastro, Sanubari
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Strongylus vulgaris disebut juga red-worm, palisade worm atau blood-worm, bersifat kosmopolit. Bangsa kuda, termasuk zebra, keledai dan bagal merupakan induk semang definitif. Cacing dewasa memilih caecum dan colon sebagai habitat. Larva dapat bermigrasi ke dalam pembuluh darah dan sebagai tempat predileksi utama adalah A. mesenterica cranialis. Bentuk tubuh gilig atau silinder panjang. Cacing jan tan berukuran 14 16 mm, sedangkan yang betina 20 - 24 mm dengan diameter rata-rata 1,4 mm. Di pinggir anterior rongga mulut cacing dewasa terdapat bentukan cuticular seperti daun yang disebut corona radiata atau daun mahkota, terdiri dari daun mahkota luar dan daun mahkota dalam. Rongga mulut dilengkapi dengan kapsul bukal yang berkembang sangat baik, 2 buah gigi dorsal dan sebuah gutter dorsal. Di bagian posterior cacing jantan terdapat bursa copu latrix yang terbagi atas 2 lobus lateral dan sebuah lobus dorsal. Masing-masing lobus ditopang oleh rusuk-rusuk bur sa yang merupakan modifikasi papil-papil caudal. Siklus hidup S. vulgaris terbagi kedalam 2 fase, yai- tu fase pre-parasitik dan fase parasitik. Fase pre-parasi tik terjadi di alam bebas, dimulai dari telur di faeces/ pasture, berkembang menjadi L-1, L-2 dan L-3 (larva infek- tif). Perkembangan di alam membutuhkan beberapa persyarat an lingkungan, yaitu suhu (10 35°C), kelembaban (minimal - 14%) dan oksigen. Larva infektif masuk ke dalam tubuh in- duk semang definitif dengan menumpang pada rumput atau air minum. Untuk memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi, L-3 memiliki sifat geografi negatif dan fototropik positif. Fase prasitik dimulai setelah L-3 tertelan masuk ke dalam saluran pencernaan, penetrasi ke lapisan submucosa intestinal, berubah menjadi L-4, penetrasi sampai ke lumen arteri submucosa intestinal, melawan aliran darah sehingga sampai di arteri caecal dan colon dan terus ke A. mesente- rica cranialis. Di tempat predileksi ini L-4 tinggal sela ma 3 bulan, berubah menjadi L-5 dan kembali ke lumen cae cum atau colon melalui aliran darah untuk menjadi cacing dewasa. Masa prepatem adalah 35 minggu…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138564
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository