Produksi komponen tubuh yang dapat dan tidak dapat dikonsumsi pada itik mandalung (Anasrina) dari kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor
View/ Open
Date
1989Author
Hermawati
Hutabarat, Pittor H.
Herman, Rachmat
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian dilakukan di Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, dari bulan Oktober sampai dengan Desember 1988.
Materi yang digunakan terdiri atas 16 ekor jantan dan 16 ekor betina, berasal dari desa Petir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor untuk dipelajari potensi produksi dagingnya. Rataan Bobot Potong adalah 2 055 ± 118 g untuk jantan dan 1 217 ± 136 g untuk betina. Rataan bobot tubuh kosong adalah 2 028 ± 119 g untuk jantan dan 1 200 ± 137 g untuk betina. Mandalung telah dipelihara selama satu bulan di Fakultas Peternakan, IPB dengan perlakuan sama hingga dapat menyesuaikan diri pada lingkungan yang sama. Mandalung dipuasakan terhadap makanan selama 12 jam sebelum dipotong dengan air minum tetap diberikan. Pengaruh jenis kelamin terhadap peubah yang diamati, dipelajari dengan analisis peragam.
Pada bobot potong antara 1 950 sampai 2 377 g pada jantan, rataan bobot setengah karkas yang dapat dikonsumsi 31.19 yang tidak dapat dikonsumsi 6.88, jeroan yang dapat dikonsumsi 6.98, total yang dapat dikonsumsi 41.62, total yang tidak dapat dikonsumsi 57.08 bulu 5.08, darah. 6.63, kepala 4.74 dan kaki 2.54 persen. Pada bobot potong betina antara 1 021 sampai 1 625 g, rataan bobot setengah karkas yang dapat dikonsumsi adalah 29.91, yang tidak dapat dikonsumsi 6.11, jeroan yang dapat dikonsumsi 9.72, total yang dapat dikonsumsi 43.19, total yang tidak dapat dikonsumsi 55.48, bulu 5.79, darah 5.53, kepala 5.01 dan kaki 2.59 persen. Rataan bobot tubuh kosong relatif terhadap bobot potong pada Mandalung jantan sebesar 98.70 dan betina sebesar 98.67 persen.
Pada bobot potong dan bobot tubuh kosong yang sama, pengaruh jenis kelamin tidak nyata, kecuali terhadap bobot kepala (P<0.01), jeroan yang dapat dikonsumsi (P<0.01) dan kaki (P<0.05). Jantan mempunyai bobot jeroan yang dapat dikonsumsi lebih rendah, tetapi bobot kepala dan kaki lebih tinggi daripada betina….
