Pengorganisasian petani dan manajemen permodalan tri
View/ Open
Date
1986Author
Alwahyuddin, Muh Taufik
Mangkuprawira, Sjafri
Metadata
Show full item recordAbstract
Tebu Rakyat Intensifikasi merupakan salah satu program pemerintah yang mempunyai sasaran melibatkan petani sebagai penyedia areal dan pengelola usahataninya. Namun sejak diperkenalkan pada tahun 1975 masalah pengorganisasian ini belum dapat diatasi. Kurangnya keterlibatan petani dalam kegiatan kelompok tani menyebabkan tidak efektifnya pembentukan kelompok tani yang diorganisasikan melalui KUD di bawah bimbingan Satuan Pelaksana Bimas. Permasalahan lain adalah terbatasnya permodalan KUD pelaksana, program TRI yang merupakan himpunan dari permodalan kelompok tani. Masalahnya adalah bagaimana mengelola permodalan yang terbatas tersebut untuk kelangsungan usaha KUD.
Tujuan dari praktek lapang ini adalah menganalisis mengenai gambaran umum pengorganisasian petani TRI dan menganalisis tingkat kemampuan KUD untuk dapat hidup terus dan berkembang maju.
Metodologi yang digunakan dalam praktek lapang ini adalah studi kasus dengan mengambil sampel KUD berdasarkan jumlah anggota yaitu di bawah 500 orang, antara 500 sampai 1000 orang dan di atas 1000 orang. Dari masing- masing KUD dipilih 20 anggota. Juga diadakan pengamatan mencerminkan belum efisiennya investasi modal. Namun de- mikian masing-masing KUD dapat bangkit kembali dari penurunan prestasi yang dialaminya. Hasil yang sama diperoleh dari analisis pendapatan-biaya.
Dari distribusi pendapatan tiap petani menunjukkan bahwa tidak ada KUD yang mempunyai distribusi pendapatan yang lebih baik daripada KUD lainnya.
