View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kemampuan antagonisme Gliocladium sp. terhadap Plasmodiophora brassicae Wor. penyebab penyakit bengkak akar pada tanaman petsai (Brassica campestris L.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (7.899Mb)
      Date
      1990
      Author
      Kasih, Sondang Labuan
      Sinaga, Meity Suradji
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meli- hat besarnya pengaruh antagonisme cendawan Gliocladium sp. terhadap Plasmodiophora brassicae Wor. penyebab penyakit bengkak akar pada tanaman Cruciferae. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium dan kebun percobaan Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor sejak bulan September 1989 sampai dengan bulan Desember 1989. Cendawan antagonis dibiakkan secara massal pada sub- strat dedak dan serbuk gergaji (1: 1 dalam volume). Tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah yang telah terinfestasi secara alami oleh P. brassicae dari areal pertanaman kubis di desa Gunung Putri, Kecamatan Cipanas, Ka- bupaten Cianjur. Tanah diberi perlakuan pengapuran 3.5 ton/ha (1.75 gram kapur per kg tanah) seminggu sebelum introduksi cendawan antagonis ke dalam tanah. Introduksi Gliocladium sp. ke dalam tanah dilakukan 0, 7 dan 14 hari sebelum tanam. Parameter yang diukur adalah persentase tanaman petsai yang menunjukkan gejala penyakit bengkak akar, keliling dan berat basah akar yang sakit. Perlakuan cendawan antagonis ke dalam tanah berpengaruh nyata terhadap persentase rata-rata tanaman yang sakit (taraf nyata = 0.05). Penggunaan antagonis ke dalam tanah sengan waktu inkubasi 0, 7 dan 14 hari berbeda nyata dengan perlakuan kontrol (pemberian substrat tanpa Gliocladium sp. pada 0, 7 dan 14 hari sebelum tanam). Semakin lama inkubasi cendawan antagonis di dalam tanah, jumlah koloni cendawan akan semakin banyak sehingga menyebabkan semakin banyaknya tanaman petsai yang sehat. Dari hasil penelitian ternyata persentase tanaman yang sakit pada setiap perlakuan tidak sesuai dengan dugaan. Hasil pengamatan menunjukkan semakin lama hari inkubasi cendawan antagonis di dalam tanah, semakin banyak tanaman yang sakit. Hal ini terjadi mungkin karena pada perlakuan introduksi cendawan antagonis O dan 7 hari sebelum tanam, umur Gliocladium sp. pada substrat lebih panjang sehingga koloni Gliocladium sp. dan mungkin senyawa toksin yang dihasilkan akan lebih banyak dibandingkan perlakuan introduk- si cendawan antagonis 14 hari sebelum tanam…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138374
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository