Pengaruh frekuensi penyiraman air, Penggunaan Agros dan mikroplus terhadap pertumbuhan dan produksi cabai manis (Capsicum anuum Var annuum)
Abstract
Cabai manis adalah salah satu jenis sayuran yang ma- sih relatif baru di Indonesia. Meskipun demikian mulai banyak digemari masyarakat. Permintaan yang semakin ting- gi harus diiringi dengan peningkatan produksi. Pemenuhan kebutuhan air dan hara tanaman perlu dilakukan dengan te- pat untuk menghasilkan produksi yang tinggi.
Beberapa produk hasil teknologi baru mulai banyak tersebar di pasar yang bermanfaat meningkatkan hasil dan memperbaiki mutu produksi, seperti Agros dan Mikroplus. Menurut brosur Agros dapat berfungsi sebagai pengikat air tanah dan dapat memperbaiki aerasi tanah. Sedangkan Mikroplus adalah pupuk daun mikro lengkap yang dapat me- ningkatkan hasil panen dan menguatkan tanaman.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih jauh pengaruh Agros dan Mikroplus serta frekuensi penyi- raman air terhadap pertumbuhan dan produksi cabai manis.
Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Jurusan Budida- ya Pertanian, IPB. Rancangan perlakuan adalah Split Split Plot dalam acak kelompok. Terdiri dari tiga faktor yaitu PERTAMAN Mikroplus sebagai petak utama, faktor penyiraman sebagai anak petak dan faktor Agro sebagai anak-anak petak.
Mikroplus diberikan dengan dosis 1.0 ml/l air dengan dua kali aplikasi penyemprotan. Frekuensi penyiraman di- berikan sesuai dengan perlakuan. Jumlah air yang diberi- kan sampai mencapai kapasitas lapang. Agros diberikan sebanyak 5 g untuk setiap polybag dengan media seberat 10 kg. Agros dicampurkan dengan media tanam yang dilakukan sebelum tanam.
Pemberian Agros dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang. Pengaruh Mikroplus yang tidak nyata pada peubah reproduktif diduga disebabkan oleh frekuensi penyemprotan serta konsentrasi yang kurang tepat. Hal tersebut terjadi karena kebutuhan unsur hara pada fase tertentu dapat berbeda…dst
