Kemungkinan pembentukan barang modal petani usahatani padi peserta program intensifikasi supra insus : studi kasus di WKPP Pakuhaji, WKBPP Sepatan, Kabupaten Tangerang, Jawa Barat
Abstract
Tujuan dari Penelitian ini adalah : (1) mengetahui kemampuan petani program intensifikasi Supra Insus dalam membentuk barang modal, (2) Mengetahui faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi padi Mengetahui keragaan biaya dan Menentukan faktor-faktor yang (2) penerimaan usahatani, (3) mempengaruhi pengeluaran rumah tangga dan pengeluaran untuk proses produksi usahatani serta kontribusinya terhadap pembentukan barang modal.
Penelitian ini merupakan studi kasus di WKPP Pakuhaji, Kecamatan Sepatan. Adapun tolok ukur didasarkan atas keragaan penggunaan produksi, st5ruktur biaya yang digunakan faktor-faktor dan penerimaan usahatani, tingkat pengeluaran rumah tangga serta kecenderungan pembentukan modal. Analisa yang digunakan meliputi analisa tabulasi, analisa fungsi produksi, analisa fungsi konsumsi usahatani dan analisa pendapatan usahatani.
Tingkat produktivitas lahan usahatani yang atas penguasaan didasarkan lahan, yaitu petani dengan penguasaan lahan <0.50 hektar dan petani dengan penguasaan lahan >0.50 hektar, menunjukkan petani berlahan. <0.50 hektar mempunyai tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Petani dengan luas lahan <0.50 hektar juga menggunakan sarana rata-rata lebih banyak dari petani berlahan hektar kecuali pada penggunaan ZPT. Apabila 20.50 dibandingkan dengan penggunaan sarana produksi berdasarkan rekomendasi dari pemerintah, ternyata hanya penggunaan pupuk Urea dan TSP oleh petani berlahan yang <0.50 hektar sesuai dengan rekomendasi...
