View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Harga pokok dan titik impas komoditas kina : studi kasus di perkebunan Santosa, PT. Perkebunan XIII, Pangalengan, Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      full text (2.752Mb)
      Date
      1992
      Author
      Garnati, Evi
      Sarma, Ma'mun
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kina merupakan salah satu komoditas perkebunan yang dewasa ini diusahakan oleh perkebunan besar negara dan perkebunan besar swasta. Selain itu Kina merupakan komoditas ekspor dalam bentuk kinina dan kinidina walaupun nilai ekspornya tidak begitu besar dibandingkan dengan komoditas lainnya. PTP XIII adalah merupakan salah satu produsen utama yang menghasilkan kina di Indonesia. Produksi yang dihasilkan cenderung berfluktuasi, akan tetapi setelah dua tahun terakhir ini produksinya mengalami peningkatan kembali walaupun luas areal yang diusahakan cenderung menurun. Pengusahaan kina di PTP XIII meliputi kegiatan pembibitan, penanaman, pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) dan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), pemanenan dan pengolahan. Struktur biaya terdiri dari biaya produksi di tingkat kebun dan biaya produksi di tingkat direksi. Biaya produksi di tingkat kebun meliputi: B. Gaji dan tunjangan staf, B. Pemeliharaan tanaman, B. Panen, B. Pengangkutan, B. Umum, B. Pengolahan dan B. Penyusutan kebun. Biaya penyusutan di kebun mulai diperhitungkan dalam komponen biaya produksi sejak tahun 1988 sehingga biaya yang merupakan biaya tetap ini dapat memperbesar biaya produksi kebun selama periode tertentu. Sedangkan biaya produksi di tingkat direksi merupakan penjumlahan dari biaya produksi kebun dan biaya operasio- nal tingkat direksi. Biaya operasional tingkat direksi meliputi : B. Penyusutan Kantor Direksi, B. Administrasi, B. Penjualan dan Biaya dan Pendapatan lain-lain. Biaya produksi kebun dan biaya produksi tingkat direksi setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan dengan peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 1988 karena biaya penyusutan sudah mulai diperhitungkan di tingkat kebun dan adanya peningkatan pada biaya umum serta pada biaya administrasi. Peningkatan rata-rata per tahun dari biaya produksi kebun sebesar 21,67 persen sedangkan produksi tingkat direksi peningkatan rata-rata pertahunnya sebesar 18,15 persen...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137961
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository