Analisis ekuitas merek air minum dalam kemasan (AMDK) di kota Bogor
Abstract
Salah satu cara untuk mengatasi masalah perolehan air bersih, aman, sehat dan terjamin kebersihannya terutama di kota-kota besar adalah melalui produk air minum dalam kemasan, (AMDK) yang dibuat produsen minuman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air minum sehat. Selain untuk tujuan kesehatan, bagi sebagian besar masyarakat di kota-kota besar, keberadaan AMDK ini sangat dirasakan menguntungkan mengingat harganya yang terjangkau dan kepraktisan dalam mengkonsumsinya.
Bisnis AMDK semakin menguntungkan, karena kebutuhan akan air minum terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Perusahaan yang bergerak dalam bisnis AMDK pun semakin banyak dan terus melakukan ekspansi untuk memperluas jaringan pasar produk-produknya, karena kebutuhan masyarakat akan air minum sangat tinggi, terutama di kota-kota besar tidak bisa lagi lepas dari AMDK.
Semakin banyaknya jumlah industri yang bergerak dalam usaha AMDK di pasar, meningkat pula ketajaman persaingan di antara merek-merek AMDK yang beroperasi di pasar dan hanya produk AMDK yang memiliki brand equity kuat yang akan tetap mampu bersaing, merebut, dan menguasai pasar. Ekuitas merek merupakan bagian dari manajemen pemasaran yang berhubungan dengan manusia sebagai pasar sasaran. Prinsip pemasaran mengatakan bahwa tujuan pemasaran adalah memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan dan memenuhinya secara lebih efisien dan efektif dibanding pesaing.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat ekuitas merek yang dihasilkan dari produk AMDK dalam menciptakan loyalitas pelanggan melalui riset elemen-elemen ekuitas merek. Elemen-elemen ekuitas merek tersebut meliputi kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek.
Penelitian dilakukan di kota Bogor, Jawa Barat. Fokus merek produk yang diteliti pada penelitian ini adalah merek-merek produk AMDK yang dominan di pasaran yaitu merek Aqua, 2Tang, Ades dan Vit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2003. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Obyek penelitian yang termasuk di dalam penelitian ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut responden yang sedang atau pernah mengkonsumsi AMDK, responden yang berusia antara 15 sampai 24 tahun, dan berdomisili di Kota Bogor. Jumlah responden yang dilibatkan berjumlah 100 orang.
