View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis finansial teh hitam : studi kasus di Perkebunan Papandayan PT Perkebunan XIII Garut, Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      full text (25.76Mb)
      Date
      1987
      Author
      Susiani, Desi
      Limbong, W.H.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Perkebunan teh Papandayan merupakan salah satu industri pengolahan teh hitam milik PTP XIII yang terletak di Garut, Jawa Barat. Dalam menjalankan aktifitas usahanya terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi, diantaranya dalam hal manajemen finansial, perkebunan Papandayan belum mampu menekan biaya produksi dan harga pokok, sementara itu harga jual teh hitam di pasaran Internasional selama beberapa tahun terakhir terus mero- sot. Tujuan penulisan Laporan Praktek Lapang ini adalah menganalisis keadaan biaya produksi selama 5 tahun ter- akhir (1981 sampai 1985) dengan mengidentifikasi dan menghitung komponen biaya produksi pada setiap departemen, menganalisis perkembangan harga pokok pucuk teh basah dan teh kering (teh hitam), menganalisis perkembangan rugi laba, mempelajari faktor-faktor penyebab kenaikan biaya produksi dan menyarankan usaha-usaha yang harus dilakukan untuk menekan/mempertahankan biaya produksi dan harga pokok teh hitam tersebut. Untuk menganalisis biaya produksi, harga pokok dan rugi laba, digunakan metoda akuntansi biaya. Hasil analisis biaya menunjukkan bahwa selama ре- riode 1981 sampai 1985, biaya produksi di departemen produksi basah meningkat rata-rata 7.8 persen, biaya produksi di departemen produksi kering meningkat rata- rata 9.1 persen, biaya produksi di departemen pembantu administrasi meningkat rata-rata 7.2 persen, sedangkan biaya produksi di departemen pembantu teknik menurun rata-rata 4.5 persen. Meningkat dan menurunnya biaya produksi di masing-masing departemen disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah luas areal, jumlah tenaga kerja, tingkat harga bahan bakar minyak dan harga bahan penolong lainnya yang digunakan dalam proses produksi teh hitam...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137869
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository