View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis finansial dengan metoda titik impas pada perkebunan teh negara dan swasta : studi kasus pada Perkebunan Malabar PT Perkebunan XIII dan Kertasarie Estate PT.PP. London Sumtra

      Thumbnail
      View/Open
      full text (27.61Mb)
      Date
      1987
      Author
      Jamal, Erizal
      Hendrakusumaatmadja, Sutara
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kedua perkebunan yang diambil sebagai kasus terletak pada lokasi yang berdekatan, yaitu di dataran tinggi Pengalengan. Sehingga potensi produksi kedua perkebunan sebenar-ya sama, karena jenis tanah dan lainnya tidak banyak berbeda. Kenyataannya selama lima tahun terakhir ini perkebunan Malabar selalu mempunyai produktivitas kebun yang le- bih tinggi dari Kertasarie Estate, perkebunan Malabar rata- rata setiap tahunnya mempunyai produktivitas sebesar 2 336,80 kilogram teh hitam untuk setiap hektarnya, sedang Kertasarie Estate hanya sebesar 1 777,84 kilogram. Dalam pengelolaan perkebunan, jenis kegiatan yang dilakukan kedua kebun boleh dikatakan sama, dan ini dapat dilihat dengan pengelompokkan biaya yang sama atas dasar fungsi-fungsi pokok dalam perusahaan, yaitu biaya tanaman, biaya pengolahan dan biaya umum. Perbedaan yang ada adalah menyangkut jumlah biaya yang dikeluarkan untuk setiap fungsi, dimana perkebunan Malabar selalu lebih rendah pengeluarannya untuk setiap kilogram teh yang dihasilkannya pada biaya tanaman dan biaya pengolahan, rata-rata perkebunan Malabar mengeluarkan biaya tanaman sebesar Rp 376,68 dan Kertasarie Estate sebesar Rp 552,71 dan biaya pengolahah perkebunan Malabar sebesar Rp 223,82 dan Kertasarie Estate Rp 453,07. Untuk biaya umum perkebunan Malabar selalu lebih besar dari Kertasarie Estate, yaitu sebesar Rp 241,96 sedang Kertasarie hanya sebesar Rp 182,55 untuk setiap kilogram teh yang dihasilkannya. Akibatnya harga pokok teh yang dihasilkan perkebunan Malabar selalu lebih rendah dari pada Kertasarie Estate, perkebunan Malabar mempunyai harga pokok sebesar Rp 842,47 dan Kertasarie Estate sebesar Rp 1 188,37...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137851
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository