View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengusahaan tanaman tebu tegalan di perkebunan Pasirbungur Subang PNP XIV Cirebon Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      full text (19.20Mb)
      Date
      1981
      Author
      Sopandie, Didy
      Surowinoto, Sutarwi
      Mugnisjah, Wahju Qamara
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman se- tahun yang termasuk famili Gramineae. Tanaman ini merupa- kan salah satu bahan baku untuk membuat gula. Kira-kira 60% dari produksi gula dunia berasal dari tebu dan 40% lagi berasal dari gula bit (Wilsie, 1962). Asal tanaman tebu masih dalam penyelidikan. Wolfe dan Kipps (1959) me- ngatakan bahwa tanaman tebu berasal dari New Guinea. Tebu dapat beradaptasi di daerah tropik maupun subtropik, membutuhkan suhu lebih dari 20 °C, dan tidak membutuh- kan nilai pH tanah yang khusus (Arnon, 1972). Di Indonesia, tebu tumbuh paling baik di tanah datar dengan ketinggian kurang dari 500 m di atas permukaan laut. Curah hujan se- baiknya tidak kurang dari 2 000 mm per tahun (Soebroto, 1976). Menurut Barnes (1974) disebutkan bahwa tanaman te- bu membutuhkan curah hujan efektif minimal 1.5 m atau ekuivalen dengan 2.0 pengairan. 2.25 m selama pertanaman bila tidak ada pengairan. Pertambahan penduduk dan kenaikan taraf hidup per ka- pita di negara-negara yang sedang berkembang menyebabkan konsumsi gula meningkat menjadi sangat besar, terutama da- lam tahun-tahun sesudah Perang Dunia II. Kebutuhan gula pasir di Indonesia tahun 1980 diperkirakan berjumlah 1.9 juta ton. Di lain fihak, produksi dalam negeri diperkirakan hanya dapat mencapai 1.2 sampai 1.3 juta ton. Sehingga dibutuhkan impor gula pasir sebanyak 600 ribu ton (Anonymous, 1980). Kenyataan ini disebabkan oleh semakin meningkatnya konsumsi gula pasir di Indonesia dari tahun ke tahun. Pada tahun 1973 konsumsi gula rata- rata penduduk Indonesia adalah 7 kg/orang/tahun, dan pada tahun 1980 ini meningkat menjadi 10 kg/orang/tahun. Lebih hebat lagi, diperkirakan pada akhir Pelita III konsumsi gula akan menjadi 13 kg/orang/tahun (Anonymous, 1980).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137758
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository