Tingkat kerusakan Babesia canis dengan pemberian ekstrak meniran, Phyllanthus sp. secara in vitro
View/ Open
Date
2006Author
Fitriah, Suci
Astyawati, Tutuk
Wulansari, Retno
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak meniran dalam menghambat perkembangan Babesia canis berdasarkan perubahan morfologi B. canis pada pemupukan secara in vitro. Sampel darah yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari dua ekor anjing betina yang bebas babesiosis sebagai donor serum dan satu ekor anjing jantan yang terinfeksi B. canis sebagai donor eritrosit berparasit. Hasil yang didapat menunjukan penurunan persentase B. canis pada semua perlakuan dan terjadi perubahan morfologi sel parasit. Perubahan yang terlihat yaitu bentuk limbik, inti pecah/rusak, inti mengecil sitoplasma hilang. Pada konsentrasi 1 µg/ml bentuk normal ditemukan dengan jumlah terbanyak (42.41 ± 38.17), sedangkan perubahan morfologi terbanyak adalah bentuk inti pecah/rusak (34.92 ± 13.61). Pada konsentrasi 10 µg/ml perubahan morfologi terbanyak adalah bentuk limbik (56.95 ± 40.28). Pada konsentrasi 100 µg/ml perubahan morfologi terbanyak adalah bentuk inti mengecil sitoplasma hilang (80.56 ± 22.15). Perubahan morfologi pada parasit merupakan indikasi adanya degenerasi parasit dan berkurangnya daya hidup parasit.
