View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pertumbuhan dan Perkembangan biji muda (GLycine max (L.) Merril var. Orba pada berbagai kondisi kultur in vitro

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (1.030Mb)
      Date
      1992
      Author
      Widjajanti, Retno
      Lukman, Diah Ratnadewi
      Supena, Ence Darmo Jaya
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh jenis fisik meditum, konsentrasi sukrosa, fotoperiodisitas dan umur biji terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji muda Glycine max var. Orba dalam kultur in vitro, dengan maksud untuk memperoleh teknik dan kondisi yang sesuai sebagai pendekatan terhadap kultur embrio hasil persilangan untuk keperluan penyelamatan embrio hibrid. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Jurusan Biologi, FMIPA, IPB. peubah yang diamati adalah persentase perkecambahan, pembentukan kalus, tunas, dan akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis fisik medium dan konsentrasi sukrosa yang berbeda pada awal pengkulturan tidak menimbulkan perbedaan yang besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan, sedangkan perbedaan fotoperiodisitas dan umur biji berpengaruh nyata. Pada medium cair pertumbuhan radikula serta pembentukan tunas dari kalus lebih banyak terjadi dibandingkan pada medium padat. Pada medium padat tunas dapat berakar, tunas yang terbentuk umumnya abnormal yaitu tebal dan tidak mempunyai tangkai daun. Penanaman eksplan pada medium dengan konsentrasi sukrosa 100 g/l selama 2 minggu pertama kemudian dipindah ke sukrosa 30 g/l menumbuhkan kalus yang kemudian berakar. Penyimpanan kultur pada keadaan terang yang diawali gelap selama 2 minggu banyak menumbuhkan kalus dan kalus kemudian berakar. Umur hiji 16 hari mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibandingkan umur biji 8 hari. terutama pada pertumbuhan radikula dan kalus yang kemudian bertunas.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137707
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository