Modifikasi lingkungan mikro pada tanaman kentang (Solanum tuberosum L.)

Date
1986Author
Sutater, Toto
J. Wiroatmodjo
Solahuddin, Soleh
L. I. Nasoetion
Nur, M. Anwar
Bey, Ahmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Rata-rata produksi kentang di Indonesia hanya mencapai 10 ton per ha dan untuk memenuhi keperluan konsumsi serta bibit masih diperlukan impor. Usaha untuk mencukupi kebutuhan sendiri di samping intensifikasi juga ekstensifikasi dengan membudidayakan tanaman kentang di dataran rendah dan medium karena keterbatasan lahan yang sesuai di dataran tinggi dan kurang sesuai bagi kelestarian sumberdaya tanah disebabkan lokasinya yang miring dan berlereng-lereng. Yang menjadi masalah di dataran rendah adalah suhu udara yang tinggi menjadi faktor pembatas bagi pertumbuhan tanaman kentang. Serangkaian percobaan dilaksanakan untuk mengetahui pertumbuhan dan potensi hasil dalam lingkungan dataran rendah serta peranan modifikasi lingkungan mikro dengan sistem tumpangsari dan pemberian naungan buatan serta mulsa untuk mengetahui pengaruhnya terhadap penurunan suhu udara di atas tajuk tanaman kentang dan suhu tanah daerah perakaran serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil umbi tanaman kentang. ...
Collections
- DF - Agriculture [807]

