Kajian distribusi hasil tangkapan ikan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke, Jakarta Utara
Abstract
Salah satu fungsi pelabuhan perikanan adalah sebagai pusat pemasaran dan pendistribusian hasil tangkapan. Ikan-ikan yang didaratkan di pelabuhan tersebut, selain ditujukan untuk konsumsi lokal, juga dapat didistribusikan keluar daerah maupun ekspor. Usaha pendistribusian ikan dari pelabuhan baik keluar daerah maupun ekspor, dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan ikan dan juga agar ikan tersebut mempunyai nilai tambah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik distribusi hasil tangkapan yang terjadi di PPI Muara Angke. Motodologi yang digunakan pada penelitian adalah metode Survei. Hasil penelitian menunjukan bahwa produksi hasil tangkapan yang didaratkan di PPI Muara Angke mempunyai rata-rata produksi pertahunnya adalah 10.612,87 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 34 milyar. Hasil tangkapan yang masuk ke PPI Muara Angke umumnya berasal dari dua
sumber pengiriman, yaitu berdasarkan daerah penangkapan ikan dengan daerah
pengirim terbesar adalah perairan yang terletak di zona WPP 2 yaitu laut Cina Selatan
dan berdasarkan daerah asal pengiriman lewat jalur darat dengan pengirim terbesar
oleh Kabupaten Indramayu. Sedangkan daerah yang menjadi tujuan distribusi dari
hasil tangkapan yang didaratkan adalah 14 pasar lokal di Jakarta yaitu Pasar
Bendungan Hilir, Palmerah, Pasar Minggu, Pasar Higienis Pejompongan,
Pademangan, Cengkareng, Sunter, Tanah Abang, Jembatan Lima, Klender, Grogol,
Teluk Gong, Citra Garden dan Pondok Labu. Penanganan mutu ikan oleh para
nelayan dan pedagang di PPI Muara Angke yaitu penanganan ikan pada saat di
palkah kapal dan penanganan ikan pada saat dan setelah pelelangan. Untuk menjaga
mutu hasil tangkapan nelayan PPI Muara Angke biasanya menggunakan
penggaraman dan es.
