Analisis keuntungan dan dampak kebijaksanaan pemerintah terhadap produksi karung goni dengan pendekatan Policy Analysis Matrix (PAM) : (Studi kasus pada Pabrik Karung Goni PT Guna Djaja Indah, Tangerang)
Abstract
Meningkatnya produksi pertanian dewasa ini berdampak
pada peningkatan kebutuhan akan bahan
pengemas hasil-hasil pertanian. Karung goni sebagai salah satu
bahan pengemas yang Lelah banyak digunakan, mempunyai beberapa
keunggulan dibandingkan dengan karung plastik, yaitu dalam hal kemudahannya untuk dipindah-pindahkan, kemudahan untuk disimpan atau dibuang bila sudah tidak dipakai, serta kecocokannya untuk menyimpan beberapa komoditi tertentu (Sockartawi et al, 1986).
Di Indonesia, kebutuhan karung goni diperkirakan mencapai 75 juta tembar per Lahun. Pemerintah mulai mem- buka kesempatan investasi pabrik karung goni dengan jalan merehabilitasi pabrik karung goui PT Perkebunan XVII (Liga pabrik), yang didirikan sejak Lahun 1937-1947, serta membangun lima pabrik karung goni swasta pada tahun 1970-an.
Dalam perkembangannya, industri karung goni dihadapkan pada berbagai hambatan, seperti kebutuhan bahan baku
