Penilaian likuiditas modal kerja PT. Pusri melalui perbandingan metode working capital ratio dengan metode comprehensive liquidity index dan net liquid balance
Abstract
Pembangunan sektor pertanian yang di dalamnya termasuk subsektor tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura merupakan bidang pertanian yang selama ini telah dikembangkan. Pembangunan sektor pertanian yang dipacu peningkatannya membawa konsekuensi peningkatan input atau masukan-masukan teknologi guna mengantisipasi ketersediaan daya dukung alam, khususnya lahan yang semakin terbatas. Keterbatasan sumberdaya lahan yang ada menuntut penerapan strategi operasional yang mengarah pada optimalisasi sumberdaya yang ada. Salah satu alternatif strategi yang perlu ditempuh adalah penggunaan agroinput pupuk sebagai salah satu rekayasa dalam meningkatkan produktivitas lahan.
Salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk di Indonesia adalah PT Pupuk Sriwidjaja. PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) yang lebih dikenal PT Pusri merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang produksi dan pemasaran pupuk anorganik dan pupuk organik. Keberadaan PT Pusri sebagai produsen pupuk terbesar di Indonesia diharapkan dapat berkembang dan bersaing. Biasanya, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh berbagai aspek diantaranya aspek produksi, aspek pemasaran, aspek personalia dan aspek keuangan. Salah satu aspek yang paling penting adalah aspek keuangan karena aspek ini merupakan kunci pendukung aspek-aspek yang lain
Perkembangan nilai modal kerja PT Pusri untuk periode 2001 sampai dengan 2004 mengindikasikan adanya perbedaan kebijakan manajemen dalam mengelola modal kerjanya untuk setiap tahunnya. Perbedaan kebijakan tersebut tentu dapat berdampak positif maupun berdampak negatif terhadap keuangan PT Pusti. Dalam hal ini, kebijakan yang dimaksud adalah kebijakan tentang persediaan, jumlah piutang, jumlah hutang dan lain-lain. Untuk melihat efektivitas maupun efisiensi pengelolaan modal kerja PT Pusri dapat dilihat dari nilai likuiditasnya yaitu kemampuan aktiva lancar dalam membayar kewajiban lancarnya. Tujuan dari Penelitian ini adalah Mengkaji perkembangan keuangan (laporan keuangan dan modal kerja) PT Pusri. Menganalisis efisiensi penggunaan dana PT PusriMenganalisis likuiditas modal kerja dengan membandingkan metode guna mengetahui metode apa yang lebih baik dalam memberikan informasi terhadap penilaian likuiditas PT Pusri.
Analisis modal kerja memperlihatkan adanya kenaikan aktiva lancar dari tahun 2001 sampai tahun 2002 adalah Rp 182,7 milyar atau naik 9,04 persen, hal ini menunjukkan adanya peningkatan dalam akun-akun aktiva lancar. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah total persediaan dari Rp 585 milyar pada tahun 2001 menjadi Rp 998,8 milyar pada tahun 2002 atau meningkat sebesar 70,71 persen. Walaupun akun yang lain meningkat seperti piutang namun, peningkatan aktiva lancar ini lebih dipengaruhi oleh peningkatan jumlah persediaan...dst
