Analisis optimalisasi produksi crumb rubber pada PT. Perindustrian dan Perdagangan Bangkinang, Pekanbaru, Riau
Abstract
Karet alam merupakan komoditi perkebunan yang cukup potensial dan merupakan salah satu komoditas yang diberi skala prioritas relatif tinggi. Hal ini disebabkan tanaman karet merupakan salah satu komoditas strategi, baik sebagai penghasil devisa maupun sebagai sumber penghidupan.
Dimasa yang akan datang, karet alam mempunyai prospek yang cerah, baik itu di pasaran international maupun di pasaran domestik. Permintaan karet alam dunia akan mengalami peningkatan dengan pertumbuhan sebesar 4,894 persen per tahun. Namun demikian, prospek karet alam yang cerah tersebut diikuti oleh perkembangan harga yang cukup bagus. Harga karet alam dunia sampai tahun 2001 belum juga pulih semenjak mengalami penurunan pada tahun 1999. Penurunan harga karet alam dunia tersebut diperkirakan disebabkan oleh tingginya pasokan karet alam dan adanya krisis ekonomi yang melanda sebagian besar negara-negara Asia. Akhirnya pada tahun 2002 sampai tahun 2004 harga karet alam dunia pun mulai meningkat dan pulih kembali.
Dalam kondisi harga karet yang sudah pulih tersebut, perusahaan dituntut untuk tetap meningkatkan efisiensi usaha agar bisa tetap menikmati, atau bahkan dapat memaksimumkan keuntungan dari kegiatan usaha yang dilakukannya. Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan memaksimumkan keuntungan, selama ini PT Perindustrian dan Perdagangan Bangkinang telah melakukan kegiatan pengadaan bahan baku dari perkebunan rakyat melalui pembelian.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah pola produksi yang sekarang sudah optimal dan menganalisis proporsi produk akhir yang optimal sesuai dengan ketersediaan bahan baku. Penelitian ini merupakan studi kasus di PT Perindustrian dan Perdagangan Bangkinang, Pekanbaru, Riau. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data yang diperoleh kemudian diolah secara kuantitatif dan kualitatif. Pengolahan data secara kuantitatif dilakukan dengan bantuan program LINDO.
Berdasarkan pengolahan data dapat diketahui bahwa bahan baku lump secara keseluruhan cukup termanfaatkan oleh PT Perindustrian dan Perdagangan Bangkinang. Hal ini dapat dilihat dari nilai slack bahan baku tersebut yang bernilai sama dengan nol pada periode II. Pemanfaatan bahan baku yang berasal dari perkebunan rakyat tersebut, mengindikasikan bahwa kegiatan pengadaan bahan baku dari perkebunan rakyat melalui pembelian cukup menguntungkan untuk dilakukan PT P&P Bangkinang...
