View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Sosial ekonomi jaring terapung di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Tapanuli Utara Propinsi Sumatera Utara

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (24.69Mb)
      Date
      1990
      Author
      Gaol, Maruahal Lumban
      Eidman, Etty
      Simanjuntak, Sahat M.H.
      Pasaribu, B.P.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Melihat besarnya kontribusi jaring terapung terhadap pendapatan petani ikan. (2) Melihat komperasi alat tangkap "Doton" dengan jaring terapung. (3) Melihat bagaimana prospek usaha budidaya ikan dengan jaring terapung. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara selama tiga bulan, yaitu dari awal Mei sampai akhir Juli 1990. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metoda survey. Pengambilan data primer dilakukan terhadap seluruh petani ikan (sensus) yang berjumlah 11 orang, dan pengambil- an sampel terhadap nelayan dilakukan dengan "simple random sampling". Dari populasi sebanyak 23 orang diambil sampel 10 orang (43,48 %). Untuk melihat prospek pemasaran ikan mas diadakan pengamatan terhadap tujuh lokasi pasar di Sumatera Utara. Data sekunder diperoleh dari Dinas Perikanan setempat dan Lembaga Pemerintah dan swasta yang berhubungan dengan masalah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Imbangan penerimaan dengan biaya (R/C Ratio) pada usaha jaring terapung adalah sebesar 1,43 dan untuk usaha alat tangkap "Doton" 1,12, yang berarti bahwa usaha jaring tera- pung lebih layak diusahakan daripada usaha alat tangkap "Doton". Jangka pengembalian modal (Payback Period) usaha jaring terapung adalah selama 0,35 tahun dan pada usaha alat tang- kap "Doton" adalah selama 6,23 tahun. Hal ini berarti bahwa usaha jaring terapung lebih cepat mengembalikan modal inves- tasinya daripada usaha alat tangkap "Doton". Selisih antara penerimaan dengan biaya variabel (Con- tribution Margin) pada usaha jaring terapung adalah sebesar rata-rata Rp 1.171.245,45 dan pada usaha alat tangkap "Doton" Rp 63.235,00. Hal ini berarti, bahwa usaha jaring terapung mempunyai kemampuan lebih besar untuk menutupi biaya tetapnya…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137514
      Collections
      • UT - Agribusiness [4776]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository