Aplikasi metode biaya perjalanan dalam menduga nilai ekonomi manfaat rekreasi : studi di TWA Grojongan Sewu, Surakarta, Jawa Tengah
Abstract
Sumberdaya alam mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kehidupan umat manusia. Hutan sebagai salah satu sumberdaya alam disamping menghasilkan manfaat tangible seperti kayu, getah, rotan dan manfaat berwujud material lainnya, pada saat yang sama juga memberikan manfaat intangible yang berwujud immaterial seperti rekreasi, pendidikan, hidrologi, pengurangan CO2 dan lain-lain. Pemahaman yang masih rendah terhadap manfaat intangible hutan, serta belum adanya penilaian ekonomi secara kuantitatif terhadap manfaat tersebut, telah menyebabkan terjadinya mis-alokasi sumberdaya modal dalam pemanfaatan sumberdaya hutan bagi kesejahteraan manusia.
Untuk menilai manfaat intangible secara kuantitatif, para ahli ekonomi sumberdaya alam mengembangkan pendekatan kesediaan membayar (willingness to pay) dari para konsumen. Prinsipnya sama dengan pendugaan kurva permintaan yang merupakan besarnya keinginan membayar dari konsumen pada berbagai tingkat konsumsi.
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan menyajikan karakteristik pengunjung di TWA Grojogan Sewu, membuat kurva permintaan manfaat rekreasi berdasarkan pendekatan kesediaan membayar dari para pengunjung, menduga nilai penerimaan yang dapat diperoleh pada berbagai tingkat harga tiket, dan menduga nilai ekonomi manfaat rekreasi TWA Grojogan Sewu berdasarkan metode biaya perjalanan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode biaya perjalanan (travel cost method) yang didasarkan pada pendekatan kesediaan membayar dari para konsumen. Pegumpulan data dilakukan dengan wawancara dan menggunakan kuisioner kepada pengunjung yang dipilih secara purposive dan juga melalui observasi serta studi literatur untuk mengumpulkan data sekunder. ...
Collections
- UT - Forest Management [3207]
