View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Hubungan antara intensitas estrus dengan kualitas corpus luteum pada sapi frisian holstein sebelum dan sesudah penyuntikan prostaglandin F2

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (6.297Mb)
      Date
      1989
      Author
      Jatmiko, Haryono Hendro
      Yusuf, Tuty L
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tingkat efisiensi reproduksi di Indonesia masih rendah.. Hal tersebut dapat diamati dari jumlah perkawinan per konsepsi (S/C) yang masih cukup tinggi. Angka S/C yang tinggi disebabkan oleh: (1) semen yang digunakan, (2) kecakapan petugas, (3) kesuburan hewan betina dan (4) waktu mengawinkan yang tepat. Peternak kesulitan untuk mendeteksi estrus karena singkatnya waktu estrus. Kemampuan peternak untuk mendeteksi estrus hanya berkisar 56 persen dari populasi yang sedang estrus. Bahkan kira-kira 12 persen sapi tidak estrus dinyatakan estrus. Pemeriksaan Corpus Luteum sangat penting untuk menentukan status resipien dalam embrio transfer karena hubungannya dengan hormon Progesteron sebagai pemelihara kebuntingan. Penelitian dilaksanakan di PT Kariyana Gita Ulama, Cicurug, Sukabumi dan berlangsung selama 3 bulan dimulai dari bulan Juli sampai September 1988. Pengamatan dilakukan terhadap 60 ekor sapi yang telah diseleksi. Parameter yang diukur adalah: (1) intensitas estrus sebelum dan sesudah penyuntikan Prostaglandin F2X (2) kualitas Corpus Luteum sebelum dan sesudah Prostaglandin F2x. Dari 60 ekor sapi yang diamati, ternyata hanya 44 ekor sapi yang dapat diambil datanya. Sisa sapi sebanyak 16 ekor tidak dapat diambil datanya karena: (1) estrus. alam tidak teramati dan (2) sapi tidak berespon Lerhadap Prostaglandin 200. Hasil yang diperoleh, kualitas Corpus Luteum alam rata-rata 1,7273 dan kualitas Corpus Luteum setelah pemberian Prostaglandin F2 rata-rata 2,1136. Kualitas estrus alam rata-rata 2,5000 dan setelah pemberian Prostaglandin 12akan meningkat menjadi 2,8182. Ternyata sebelum dan sesudah pemberian Prostaglandin F2 terdapat korelasi yang rendah antara intensitas estrus dan kualitas Corpus Luteum. Mekanisme sebenarnya dari peningkatan estrus dan kualitas Corpus Luteum masih belum diketahui dengan pasti…
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137419
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository