View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perkembangan Pelaksanaan Program Tebu Rakyat Intensifikasi di Wilayah Kerja Pg Tersana Baru PTP XIV (Persero) Cirebon, Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      full text (17.82Mb)
      Date
      1985
      Author
      Subarti
      Mangkuprawira, Sjafri
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) merupakan sa- lah satu usaha yang dilaksanakan Pemerintah untuk mencapai swasembada gula. Program tersebut mempunyai tujuan: (1) Meningkatkan dan memantapkan produksi gula nasional, (2) Meningkatkan pendapatan petani. Tujuan Praktek Lapang ini adalah: (1) Menelaah pe- laksanaan program TRI di PG Tersana Baru, (2) Mengetahui perkembangan luas areal tanaman tebu, produksi gula dan pendapatan peserta TRI, (3) Mengetahui tanggapan peserta TRI terhadap bentuk kelompok koperatif, (4) Mengetahui sebab-sebab belum terwujudnya bentuk kelompok koperatif. Praktek Lapang ini dilaksanakan di wilayah kerja PG Tersana Baru, dari tanggal 4 Pebruari 1985 sampai 4 Mei 1985. Unit contoh yang dipilih sebesar 30 peserta TRI MT 1983/1984 secara acak distratifikasi sama (masing-masing strata dipilih 5 peserta TRI), berdasarkan luas areal. Daerah contoh yang dipilih secara sengaja (purposive) tiga desa dalam satu KUD (KUD Eka Mulya). Kelompok yang ada di PG Tersana Baru masih berbentuk kolektif. Faktor yang cenderung menyebabkan belum terbentuknya kelompok koperatif adalah faktor intern dan ekstern dari peserta TRI. Faktor intern tersebut adalah pemilikan tanah yang sempit, pendidikan rendah dan umur peserta yang di atas rata-rata. Sedangkan faktor ekstern adalah kurangnya informasi tentang bentuk kelompok koperatif. Di PG Tersana Baru masih ada peserta TRI yang tidak memenuhi ketentuan (mempunyai status penyewa tanah), pernah terjadi keterlambatan pembagian Beban Beban Hidup (BBH) dan sering terjadi keterlambatan pencairan garapan kredit Sejak pelaksanaan program TRI, produksi gula total meningkat sebesar 4.8 persen per tahun. Peningkatan produksi total tersebut disebabkan oleh peningkatan luas areal sebesar 7.5 persen per tahun. Sedangkan produksi gula rata-rata per hektar menurun sebesar 2.9 persen per tahun.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137344
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository