View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh seed coating dengan fungisida Benlate dan tepung curcuma terhadap patogen antraknosa terbawa benih dan viabilitas benih cabai besar (Capsicum annuum L.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (8.105Mb)
      Date
      2006
      Author
      Setiyowati, Heny
      Surahman, Memen
      Wiyono, Suryo
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh seed coating dengan funginida Benlate dan tepung curcuma terhadap patogen antraknosa terbawa benih. dan viabilitas benih cabai besar (Capsicum annsam L.), yang dilaksanakan di Laboratorium Mikologi Tumbuhan dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian IPB pada bulan Juni 2006 sampai Juli 2006. Benih cabai terinfeksi Colletotrichum capsici secara alarni diperoleh dari buah cabai varietas Jatilaba yang terserang penyakit antraknosa dari desa Cihideung Ilir, Bogor yang dipanen pada bulan Juni 2006. Benih terinfeksi C. caprici diberi perlakuan seed coating yang terdiri dari kontrol (benih tanpa coating), Benlate 0.05 g/1, 0.25 g/1, 0.5 g/1, 2.5 g/l dan serbuk curcuma 0.2 g/l, 1 g/l, 5 g/l, 10 g/l. Percobaan terdiri dari tiga tahap, yaitu percobaan 1 efektivitas seed coating terhadap penurunan tingkat infeksi caprici, percobaan 2 pengaruh seed coating terhadap viabilitas dan vigor benih, percobaan 3 pengaruh seed coating terhadap penurunan tingkat infeksi C. capsici pada hipokotil. Pada pengujian efektivitas perlakuan seed coating terhadap penurunan tingkat infeksi C. capsici dengan blotter test, Benlate 2.5 g/l dan tepung curcuma 1 mampu menurunkan tingkat infeksi cendawan C. capsici pada benih dan häpokotil. Pada pengujian viabilitas dan vigor benih menunjukkan bahwa perlakuan seed coating dengan Benlate atau tepung curcuma tidak meningkatkan viabilitas dan vigor benih, Berdasarkan hasil percobaan, seluruh taraf perlakuan tidak berpengaruh nyata pada tolok ukur potensi tumbuh maksimum (PTM), daya berkecambah (DB) dan indeks vigor (InV) sedangkan pada tolok ukur kecepatan tumbuh (KCT) seluruh taraf perlakuan berpengaruh nyata. Untuk perlakuan seed coating dengan tepung curcuma 10 g/l memiliki rilai daya berkecambah, indeks vigor dan kecepatan tumbuh paling tinggi walaupun secara statistik tidak berbeda nyata, yaitu masing-masing 38%, 8% dan 3.73%. Penggunaan kunyit sebagai fungisida nabati untuk mengendalikan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh C. capsici perlu dilakukan penelitian lanjutan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137295
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository