Analisis sikap dan harapan konsumen terhadap air minum beroksigen : kasus supermarket di Kota Bogor
Abstract
Perkembangan zaman yang diiringi oleh kemajuan teknologi dan informasi telah menimbulkan perubahan gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat. Salah satunya adalah perubahan pola konsumsi terhadap air minum. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2005 menunjukkan tingkat konsumsi dan pengeluran rata-rata perkapita seminggu masyarakat perkotaan untuk minuman kategori kemasan sebesar 0.179 lebih besar bila dibandingkan masyarakat pedesaan yang hanya sebesar 0.24 (BPS, 2005).
Melihat potensi bisnis air minum dalam kemasan persaingan yang semakin kuat, para produsen air minum dalam kemasan mengeluarkan produk baru yang bernama air minum beroksigen. Sebagai produk baru, pemasaran produk ini belum banyak diketahui oleh masyarakat. Salah satu cara meningkatkan pemasaran air minum beroksigen untuk memperkecil resiko produk gagal adalah penelitian tentang perilaku konsumen. Penelitian perilaku tersebut meliputi sikap dan harapan konsumen pada air minum beroksigen.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi karakteristik konsumen air minum beroksigen 2) menganalisis bauran pemasaran air minum beroksigen dan 3) membuat alternatif strategi pemasaran melalui kinerja perusahaan dan harapan konsumen. Merek air minum beroksigen yang diteliti ada dua yaitu Cleo dan SuperO2. Penelitian ini dilakukan di Kota Bogor dengan melibatkan konsumen sebanyak 100 orang (50 orang konsumen Supermarket Matahari Market Place Ekalokasari dan 50 Supermarket Yogya Cimanggu). Teknik pengambilan konsumen menggunakan teknik Judgment Sampling dengan ciri konsumen yang sedang membeli air minum beroksigen merek Cleo dan SuperO2. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Mei-April 2006. Data yang digunakan
adalah data primer dan sekunder.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan Importance Performance Analysis. Analisis deskriptif digunakan untuk mengindentifikasi karakteristik konsumen air minum beroksigen dan menganalisis bauran pemasaran. Importance Performance Analysis digunakan untuk menganalisis kinerja perusahaan dan harapan konsumen.
Dari 100 orang konsumen yang berhasil dikumpulkan, karakteristik konsomen membeli air minum beroksigen terbanyak adalah wanita (71 persen) dan status menikah (60 persen). Pekerjaan konsumen yang membeli air minum beroksigen terbanyak adalah pegawai swasta (76 persen), dimana tingkat pendidikan terbesar adalah Sarjana (57 persen). Sedangkan untuk pendapatan rata- rata perbulan terbanyak adalah Rp 1.000.000 Rp 1.500.000 (56 persen) dengan usia terbanyak konsumen membeli air minum beroksigen antara 21-30 tahun (61 persen). Suku konsumen yang membeli air minum beroksigen terbanyak di Kota Bogor adalah Sunda (40 persen). ...
