View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif pengusahaan manggis, Garcinia mangostana Linn:kasus di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Bogor dan Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (27.89Mb)
      Date
      2006
      Author
      Yusran, Laode Muhamad
      Wagiono, Yayah K.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Sektor pertanian di Indonesia telah memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi diantaranya sebagai sumber devisa, penyedia lapangan kerja serta sebagai penyedia bahan baku. Hortikultura adalah salah satu komoditi pertanian yang potensial untuk dikembangkan. Kebijakan pengembangan produksi hortikultura diarahkan pada pengembangan agribisnis hortikultura yang berorientasi global untuk membangun keunggulan komparatif dan kompetitif. Manggis merupakan salah satu komoditas buah Indonesia sebagai primadona ekspor. Dipilihnya manggis sebagai salah satu komoditi unggulan, didasarkan pada peta pengembangan agribisnis hasil Riset Unggulan Strategis Nasional. Perkembangan ekspor menunjukkan bahwa buah manggis memiliki volume ekspor pada tahun 2004 sebesar 3.045.379 kg dengan nilai ekspor sebesar 3.291.855 USS. Nilai ekspor tertinggi komoditas ini dicapai pada tahun 2003 dengan nilai 9.306.042 USS. Beberapa daerah yang menjadi sentra produksi dan pengembangan manggis di Jawa Barat diantaranya Bogor dengan luas lahan sebesar 14.188 ha, Purwakarta (23.563 ha) dan Tasikmalaya (9.625 ha). Pertumbuhan produksi hortikultura di Indonesia secara umum cenderung lebih didasari oleh adanya intervensi pemerintah melalui pemberian subsidi terhadap harga masukan (input) dan keluaran (output), maupun penyediaan infrastruktur pemasaran. Pada saat ini pohon manggis umumnya masih merupakan tanaman hutan yang belum dibudidayakan secara baik (masih bersifat tradisional) atau hasil dari tanaman kebun yang kurang dirawat. Lokasi penelitian memiliki perbedaan karakteristik seperti pemberdayaan kelompok tani maupun kondisi aksesbilitas yang berdampak pada tingkat daya saing. Berdasarkan kondisi tersebut permasalahan yang akan diteliti adalah (1) Apakah pengusahaan manggis mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif sehingga layak untuk diusahakan di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Bogor dan di Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta. Dan (2) Bagaimana pengaruh kebijakan pemerintah terhadap pengusahaan manggis di Desa Karacak, Kabupaten Bogor dan di Desa Babakan, Kabupaten Purwakarta. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137287
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository