Aplikasi Indeks Bentix pada Makrozoobentos dalam Menilai Kualitas Ekosistem Mangrove di Desa Tanjung, Kabupaten Sumenep, Madura.
Date
2024-02-01Author
Qisthi, Syarafina Zul
Kurniawan, Fery
Iswantari, Aliati
Metadata
Show full item recordAbstract
Ekosistem mangrove bersifat kompleks dan dinamis, namun rentan. Sifat rentan
pada ekosistem mangrove dikarenakan ekosistem ini mudah rusak dan sulit untuk
dipulihkan. Makrozoobentos merupakan biota asosiasi mangrove yang dapat dijadikan
sebagai indikator dalam penilaian kualitas ekologi mangrove karena memiliki mobilitas
yang rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengaplikasikan indeks Bentix pada
makrozoobentos dalam menilai kualitas ekosistem mangrove di Pesisir Desa Tanjung,
Sumenep, Madura. Stasiun pengamatan ditentukan dengan metode purposive sampling dan
pengambilan data vegetasi mangrove menggunakan metode line transect plot.
Makrozoobentos diambil menggunakan sekop di setiap sudut plot. Makrozoobentos
dianalisis tingkat sensitivitasnya dengan menggunakan indeks Bentix. Kerapatan mangrove
di kelima stasiun tergolong jarang, dengan nilai (<1000 ind/ha), dan berdasarkan
tutupannya, kelima stasiun tersebut tergolong rusak dengan nilai (<50%). Makrozoobentos
ditemukan dari yang paling dominan sampai yang paling sedikit ditemukan secara
berurutan yaitu Gastropoda, Malacostraca, dan Bivalvia. Makrozoobentos menunjukkan
keanekaragaman sedang (1,41−1,79), keseragaman tinggi (0,59−0,80), dan dominansi yang
rendah (0,25−0,36). Bentix menunjukkan bahwa status ekologi mangrove di Desa Tanjung
termasuk kategori poor (2,33) dan masuk ke dalam klasifikasi heavily polluted. Ekosistem
mangrove di Desa Tanjung memerlukan tindakan pengelolaan berupa rehabilitasi. Mangrove ecosystems are complex and dynamic, yet vulnerable. The vulnerable
nature of mangrove ecosystems is because these ecosystems are easily damaged and
difficult to restore. Macrozoobenthos is a mangrove association biota that can be used as
an indicator in assessing the ecological quality of mangroves because it has low mobility.
The purpose of this study was to apply the Bentix index to macrozoobenthos in assessing
the quality of mangrove ecosystems on the coast of Tanjung Village, Sumenep, Madura.
Observation stations were determined by purposive sampling method and mangrove
vegetation data collection using line transect plot method. Macrozoobenthos was taken
using a shovel in each corner of the plot. Macrozoobenthos analyzed the level of sensitivity
using the Bentix index. Mangrove density in the five stations was classified as sparse, with
a value (<1000 ind/ha), and based on the cover, the five stations were classified as damaged
with a value (<50%). Macrozoobenthos are found from the most dominant to the least
found in order of Gastropoda, Malacostraca, and Bivalvia. Macrozoobenthos showed
moderate diversity (1.41−1.79), high uniformity (0.59−0.80), and low dominance
(0.25−0.36). Bentix shows that the ecological status of mangroves in Tanjung Village is
categorized as poor (2.33) and falls into the heavily polluted classification. Mangrove
ecosystems in Tanjung Village require management actions in the form of rehabilitation.
