Strategi pengembangan biodesel berbasis crude palm oil (CPO) di Indonesia
View/ Open
Date
2005Author
Siregar, Rachmat Fachnany
Krisnamurthi, Bayu
Metadata
Show full item recordAbstract
Saat ini penggunaan sumber energi terbesar adalah sumber energi dari minyak bumi dan gas, semakin menipisnya cadangan minyak mentah Indonesia yang berasal dari sumber minyak fosil seria diikuti dengan kebutuhan akan konsumsi minyak yang terus meningkat, Maka perlu adanya pengembangan diversifikasi energi lain selain minyak bumi. Pengembangan diversifikasi energi tersebut ditujukan kepada energi yang berasal sumber terbaharukan seperti panas bumi, biomassa, air, angin dan laut. Salah satu jenis bahan bakar alternatif untuk mesin diesel atau solar adalah biodiesel yang merupakan minyak dari biomassa tumbuhan. Di Indonesia pengembangan biodiesel direncanakan menggunakan CPO kelapa sawit sebagai bahan baku. Hal ini dikarenakan komoditi kelapa sawit merupakan komoditi pertanian utama sehingga tersedia cukup banyak sebagai bahan baku. Selain itu, pemilihan CPO sebagai bahan baku juga didukung dengan semakin meningkatnya produksi CPO seiring dengan meningkatnya luas areal perkebunan kelapa sawit. Pada tahun 2003 tercatat luas areal kelapa sawit di Indonesia mencapai 5.239.171 ha dengan produksi mencapai 9.817.214 ton (Dirjen Bina Produksi Perkebunan, n.d).
Adanya kebijakan pemerintah untuk menghapuskan subsidi BBM secara bertahap dimulai tahun 2003 memberikan peluang bagi bahan bakar hayati untuk berkembang dan menjadi industri yang menjanjikan dimasa yang akan datang. Peluang tersebut seyogianya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan biodiesel dan menjadikan Indonesia sebagai negara produsen biodiesel baik untuk pasar ekspor maupun pasar dalam negeri. Akan tetapi pengembangan biodiesel di Indonesia dirasakan belum optimal sehingga diperlukan strategi pengembangannya.
Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan visi dan misi, mengidentifikasi faktor-faktor eksternal dan internal yang berpengaruh dalam pengembangan biodiesel berbasis CPO di Indonesia dan menyusun alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh para stake holders industri hilir kelapa sawit di Indonesia dalam mengembangkan biodiesel berbasis crude palm cil (CPO). Penelitian dilaksanakan di empat tempat yaitu Jakarta, Bogor, Serpong dan Bandung. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Lokasi penelitian tersebut didasarkan pada lokasi responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2005 sampai Juli 2005. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Ukuran data yang digunakan secara kualitatif dan kuantitatif. Data dianalisis dengan menggunakan. dua metode yaitu metode SWOT untuk mencari alternatif strategi dan metode Proses Hierarkhi Analitis (PHA) untuk mencari alternatif strategi yang terbaik.
Berdasarkan berbagai pendapat pakar mengenai visi dalam mengembangkan
biodiesel berbasis CPO di Indonesia, maka dilakukan formulasi yang dapat
mewakili semua pendapat para ahli tersebut. Oleh karena itu visi pengembangan
biodiesel berbasis CPO di Indonesia adalah "Menjadi Negara Penghasil Biodiesel Untuk Kebutuhan Konsumsi dalam Negeri dan Eksper". Biodiesel ..dst
