Analisis integrasi pasar bebas domestik dengan pasar beras dunia dan pengaruh adanya tarif impor
Abstract
Atas tekanan IMF, salah satu kebijakan pemerintah untuk mengatasi krisis ekonomi adalah mencabut monopoli impor beras oleh bulog sehingga pasar beras domestik sejak 1998 menjadi terbuka terhadap pasar beras internasional. Oleh karena itu menarik untuk dikaji bagaimana integrasi pasar domestik dan pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis integrasi pasar beras domestik dengan pasar beras dunia, (2) mempelajari pengaruh tarif impor dalam integrasi pasar beras, dan (3) mengetahui dan menganalisis pengaruh lonjakan volume impor beras pada tahun 1998 terhadap integrasi pasar.
Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2004 di Pasar Induk Cipinang (PIC). Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengamatan langsung di PIC. Sedangkan data sekunder diperoleh dari PIC, Bulog, Departemen Pertanian, Departemen Perdagangan dan Perindustrian, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik serta kepustakaan yang relevan. Pengolahan data dilakukan secara deskritif dan kuantitatif dengan menggunakan pendekatan model vector autoregression (VAR) dan uji Granger Causality dengan memanfaatkan perangkat lunak Microfit 4.0. dan E-views 3.1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara umum terjadi integrasi antara
pasar beras domestik dengan pasar beras dunia. Namun derajat integrasi tersebut
berbeda menurut varietas atau jenis beras harga satu varietas beras domestik (yaitu
Setra) terintegrasi kuat dengan harga ketiga jenis beras dunia (yaitu Broken 5 persen,
Broken 25 persen dan Broken 35 persen) dan harga lima varietas beras domestik (yaitu
Muncul, IR 64, IR I, IR II dan IR III) terintegrasi lemah dengan harga ketiga jenis beras
dunia tersebut, (2) tarif impor yang diterapkan oleh pemerintah dalam perdagangan
beras ternyata meningkatkan harga beras di pasar domestik. Tetapi peningkatan harga
tersebut tidak mampu menekan volume impor beras, (3) lonjakan volume impor yang
terjadi pada tahun 1998 hanya berpengaruh nyata terhadap harga beras domestik
varietas IR II. yang merupakan varietas dengan volume perdagangan terbanyak kedua
setelah varietas IR 64...dst
