Analisis pengembangan usahatani sayuran di Sentul Farm
Abstract
Sayuran merupakan salah satu produk hortikultura yang memiliki peranan penting bagi manusia khususnya dalam pemenuhan pangan dan gizi. Sayuran memiliki keunggulan dalam hal penyediaan protein, kalsium, besi, karotin, dan vitamin C yang lebih tinggi sekitar 84,99 persen jika dibandingkan dengan bagian polong dan lebih tinggi 80,64 persen jika dibandingkan buah. Menurut standar FAO, konsumsi sayuran per kapita untuk menjamin kesehatan masyarakat minimum sebesar 65 kg/tahun. Adapun konsumsi per kapita bangsa Indonesia akan sayuran hanya 47,5 kg/kapita/tahun. 8
Univ Konsumsi sayuran dan buah masyarakat Indonesia pada periode 1993- 2002 memiliki kecenderungan meningkat sebesar 7,32 persen. Tetapi produksi sayuran memiliki kecenderungan menurun pada periode 1999-2001 sebesar 10,78 persen. Salah satu cara yang banyak digunakan untuk meningkatkan produksi sayuran yaitu dengan cara menanam di dalam greenhouse. Dengan menggunakan metode ini maka kualitas dan kuantitas produksi sayuran akan lebih terjamin.
Sentul Farm merupakan salah satu unit usahat yang dimiliki PT Eka Upaya yang bergerak dibidang pertanian. Untuk memenuhi permintaan sayuran dari supermarket Cosmo, Sentul Farm memasoknya dari kebun sendiri dan membeli dari petani mitra. Pasokan dari petani mitra belum dapat diandalkan karena mengalami masalah dalam hal kontinuitas produksi dan kualitas produksi yang tidak seragam. Oleh karena itu Sentul Farm berencana melakukan pengembangan usahatani untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Merancang perencanaan usahatani yang dapat meningkatkan pendapatan. (2) Menganalisis usahatani sayuran di Sentul Farm dengan menghitung besarnya nilai Net Present Value (NPV), Internal Rate Return, Net Benefit-Cost ratio (Net B/C) dan Payback Period. (3) Menganalisis sensitivitas usahatani sayuran terhadap perubahan tingkat produksi, perubahan harga input produksi dan perubahan harga jual output.
Berdasarkan perencanaan usahatani sayuran (kyuri, horinso, caisim, pakcoy, dan selada keriting hijau) diperlukan 263 tanaman kyuri, 263 tanaman horinso, 93 tanaman caisim, 93 tanaman pakcoy, dan 131 tanaman selada keriting hijau setiap harinya untuk memenuhi permintaan masing-masing sayuran. Penanaman sayuran ini dilakukan didalam greenhouse seluas 2171 m² dengan biaya sebesar Rp 60.340.400,-. Sedangkan biaya penanaman semua jenis sayuran setiap siklus tanamnya sebesar Rp 1.356.421,5,-...dst
