View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penggunaan pupuk majemuk sebagai sumber hara pada budidaya kangkung darat, Ipomea reptans Poir. secara hidroponik dengan tiga cara fertigasi

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (10.47Mb)
      Date
      2006
      Author
      Masriah, Nita
      Widodo, Drajad
      Suketi, Ketty
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan pupuk majemuk sebagai sumber hara dalam budidaya kangkung darat secara hidroponik, mengetahui sistem fertigasi yang optimum dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi kangkung darat, mengetahui kombinasi perlakuan larutan hara dan cara fertigasi yang optimum. Percobaan dilaksanakan di Parung Farm Hidroponik, Parung, Bogor pada bulan Desember 2005 sampai dengan bulan Februari 2006. Percobaan dilaksanakan dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 2 jenis larutan hara yaitu larutan hara A (berasal dari pupuk hidroponik standar) dan larutan hara B (berasal dari campuran pupuk majemuk NPK 20-20-20 dan NPK 16-20-0) dengan kandungan N yang disetarakan dengan larutan hidroponik standar. Faktor kedua terdiri dari 3 cara fertigasi yaitu fertigasi manual/disiram (F1), fertigasi terputus/intermittent (F2) dan fertigasi terus menerus (F3). Hasil percobaan menunjukkan bahwa tinggi tanaman dipengaruhi oleh larutan hara dan fertigasi pada 4-18 HST (Hari Setelah Tanam). Tanaman yang menggunakan pupuk majemuk dengan fertigasi terus menerus (BFI) memiliki pertumbuhan tinggi tanaman lebih cepat. Diameter batang tanaman dipengaruhi oleh larutan hara pada 4-18 HST. Tanaman dengan larutan hara B memiliki pertumbuhan diameter batang lebih cepat dibandingkan larutan hara A yang berasal dari pupuk hidroponik standar. Jumlah daun dipengaruhi oleh larutan hara dan fertigasi pada 11-18 HST. Tanaman yang menghasilkan jumlah daun terbanyak diperoleh dari perlakuan larutan hara yang berasal dari pupuk majemuk dengan fertigasi terputus/intermittent (BF2). ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137096
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository