View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengelolaan gulma di UPP-PRT Garut, perkebunan teh papandayan PT Perkebunan XIII dan kebun binaan PT Tehnusamba Indah Garut, Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (20.64Mb)
      Date
      1990
      Author
      Rochman, Fatchur
      Yahya, Sudirman
      Pranoto, Harry S.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu program yang mendapat perhatian pemerintah yaitu meningkatkan produksi dan mutu komoditas pertanian sub sektor perkebunan termasuk salah satunya komoditas teh. Teh merupakan komoditas perkebunan yang penting pe- ranannya, baik sebagai penghasil devisa negara maupun da- lam kaitannya dengan kehidupan petani kecil yang mengelola 62 967 ha perkebunan teh rakyat, 21 814 ha perkebunan mi- lik swasta dan 45 920 ha perkebunan teh milik negara (Anonim, 1988a). Saat ini teh menempati posisi keempat setelah karet, kopi dan kelapa sawit dalam jumlah devisa yang dihasilkan dari sub sektor perkebunan. Negara-negara tujuan ekspor teh Indonesia meliputi Amerika Serikat, Pakistan, Austra- lia, Belanda, Inggris dan Singapura. Pemanfaatan potensi ekspor teh, diarahkan untuk peningkatan pendapatan petani pekebun, pertumbuhan sektor swasta dan menciptakan lapangan kerja (Anonim, 1988b). Selama dekade tahun 80-an, produksi teh Indonesia mening- kat dari 105 430 ton menjadi 136 178 ton. Status gulma dalam ekosistem pertanian mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan secara tidak langsung mempengaruhi produksi tanaman. Disamping itu, gulma dapat mempengaruhi efektifitas pemupukan dan menjadi tumbuhan inang yang men- ciptakan kondisi optimal bagi perkembangan hama dan penyakit. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengurangi efek kompetisi gulma antara lain meningkatkan pemupukan dan pengolahan tanah yang intensif sebelum penanaman. Pengendalian gulma di perkebunan rakyat baik kebun binaan UPP dan PT Tehnusamba belum dilakukan secara rutin, hanya dilakukan sewaktu-waktu bila kondisi kebun sebagian besar sudah tertutup gulma. Sedang untuk Perkebunan Papandayan pengendalian gulma merupakan suatu pemeliharaan yang dilakukan secara rutin dan berkesi- nambungan. Pengendalian gulma dengan kored secara bersih, merupakan komponen biaya terbesar dan bisa mengakibatkan terjadinya erosi sehingga dapat mengurangi kesuburan tanah dan merusak lingkungan di sekitarnya. Pemakaian herbisida masih belum menjangkau semua petani teh. Keberhasilan pengendalian gulma di lapangan tergan- tung kepada perencanaan dan pengawasan yang baik. Penga- wasan yang rapi dan teratur akan dapat mengurangi keboco- ran-kebocoran pada saat pengendalian gulma, yang nantinya dapat menekan biaya produksi yang tinggi…
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137086
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7625]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository