View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh derajat keasaman (pH) perekat ekstrak kulit kayu Acacia auriculiformis A. Cunn yang ditingkatkan kemurniannya terhadap keteguhan rekat kayu lapis

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (15.44Mb)
      Date
      1990
      Author
      Diso, Maret Tini
      Hadi, Yusuf Hadi
      Paribotro S.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Industri kayu lapis di Indonesia mulai berkembang tahun 1973, dan perkembangannya, cukup berarti. industri kayu lapis, salah satu faktor yang besar terhadap biaya produksi sejak Dalam mempunyai bagian cukup adalah biaya perekat, yaitu 20 persen dari biaya produksi (Sipayung, 1989; Marawayan, 1987). Hal ini disebabkan bahan baku perekat sintetis masih menggunakan bahan minyak bumi yang diolah secara kimia. Berbagai upaya digalakkan untuk mencari bahan perekat eksterior alternatif, antaranya dari tanin yang dapat diambil dari kulit kayu (widarmana, 1987). Penelitian dilakukan dengan. 101 tujuan mengetahui kualitas perekat ekstrak kulit kayu Acacia auriculiformis A. Cunn yang ditingkatkan kemurniannya terhadap keteguhan rekat kayu lapis, serta mencari pH optiumum untuk ini. adalah Standar perekat keteguhan rekat eksterior yang digunakan Standar Industri Indonesia 0404-1980 dan Standar Jerman (DIN 68705). Rancangan yang digunakan adalah RAL dengan percobaan 3 untuk menganalisis sifat fisik dan mekanik kayu Faktor A (pemurnian tanin) terdiri dari tanin yang (tanin X lapis. tidak dimurnikan (tanin 1), pemurnian secara kimia 2) dan pemurnian dengan perendaman dalam air dingin (tanın 3). Faktor B (kadar NaOH) terdiri dari pH 5,0 (0,5%), pH 5,5 (1,0%) dan pH 6,0 (1,5 %). Selanjutnya untuk mengetahui hubungan antara kadar NaOH (X) dengan keteguhan rekat (Y) digunakan analisis Polinomial Ortogonal. Dari analisis terhadap sifat kimia tanin menunjukkan bahwa : kadar ekstrak dari kulit kayu yang direndam dalam air dingin lebih kecil dibandingkan dengan kadar ekstrak dari kulit yang tidak direndam. Besar kadar ekstrak masing-masing adalah 26,25 persen dan 28.63 persen. Hal ini menunjukkan adanya zat ekstraktif yang larut dalam air dingin, seperti karbohidrat, garam, pektan, zat warna lain-lain (koch, 1972). Dari hasil analisis kadar dan tanin menunjukkan bahwa pemurnian dengan cara perendaman kulit kayu dalam air dingin dan pemurnian kimia dalam penelitian ini ternyata 44,88 persen; untuk tidak efisien. Besar kadar tanin adalah 5,34 persen; 41,74 persent masing-masing tanin yang tidak dimurnikan (tanin 1); pemurnian kimia (tanin 2) dan pemurnian dengan perendaman air dingin (tanin 3)…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137060
      Collections
      • UT - Forestry Products [2466]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository