Daya tahan eritrosit domba dalam berbagai konsentrasi NaCl
Abstract
Pemeriksaan darah merupakan salah satu langkah penting dalam diagnosis adanya kelainan fungsi metabolisme tubuh hewan. Hasil-hasil pemeriksaan akan menjadi data yang sangat penting sebagai bahan dasar penentuan diagnosa. Kurangnya bahan perbandingan akan menjadi suatu kendala bagi para pemeriksa dalam menentukan diagnosa yang tepat.
Darah digunakan sebagai sampel penelitian karena sel darah mudah diperoleh, bebas bergerak dalam cairan darah. Darah berfungsi membawa O2 dan CO2 sebagai awal proses metabolisme, sehingga darah sangat penting dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan fisiologis. Oleh karena itu untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut, maka darah harus dalam keadaan prima. Apabila terjadi kekurangan karena berbagai gangguan baik dari penyakit maupun kesalahan nutrisi maka eritrosit yang terbentuk tidak baik secara kualitas dan kuantitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tahan eritrosit dalam berbagai
konsentrasi NaCI selama 8 jam penyimpanan pada suhu kamar. Sampel darah yang
digunakan pada penelitian ini berasal dari 15 ekor domba jantan dan betina dewasa
milik Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. Sebanyak 4 tetes darah
(setara dengan 0.2 ml) ditetesi ke dalam tabung reaksi berisi 0.8 ml larutan NaCl 0.5
%, 0.6%, 0.7%, 0.8%, 0.9%, 1.0%, 1.1%, 1.2%, 1.3% dan 1.4%. Parameter
yang diukur adalah nilai hematokrit dengan metode mikrohematokrit dan berat total
eritrosit dengan metode penimbangan endapan eritrosit yang tersisa. Diperoleh hasil
bahwa terjadi hemolisis eritrosit pada larutan NaCl 0.5%, 0.6%, 0.7%, dan 0.8%
dengan tingkat lisis tertinggi pada jam ke-2 setelah perlakuan. Sedangkan pada
konsentrasi 0.9%, 1.0%, 1.1%, tidak terjadi hemolisis. Pada konsentrasi 1.2%, 1.3%
dan 1.4% terjadi penurunan nilai hematokrit dan berat total eritrosit tetapi tidak
terjadi hemolisis.
