View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Faktor-faktor penyebab anestrus sebagai kasus gangguan reproduksi pada sapi perah : studi kasus di KPS Gunung Gede, Sukabumi, Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (6.132Mb)
      Date
      2006
      Author
      Putra, Nova Harisa
      Achjadi, R. Kurnia
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pengembangan peternakan sapi perah di wilayah kota/kabupaten Sukabumi, memiliki peran yang sangat penting mengingat potensi komoditas unggulan yang dimiliki, penerapan sistem leading sector sebagai salah satu cara memajukan ekonomi regional. Melihat pola peternakan adalah peternakan rakyat maka kendala yang timbul akan sangat beragam, seperti pakan, tata laksana, kualitas dan kuantitas produksi sampai harga jual susu yang rendah. Dengan kondisi demikian bagaimana mengatasi kendala tersebut dengan menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada. Peningkatan efisiensi reproduksi adalah cara yang ditempuh untuk mencapai target pengembangan peternakan, efisiensi reproduksi ini memiliki tahapan yang harus dijalani dengan benar, pandangan mengenai efisiensi reproduksi secara umum adalah bagaimana peternak memperoleh hasil maksimal dalam setiap pemeliharaan ternak. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui kejadian anestrus pada kelompok petani peternak KPS Gunung Gede Sukabumi, hasil studi menunjukkan bahwa kejadian anestrus pada tahun 2003 adalah 21% dari seluruh kasus reproduksi ternak, tahun 2004 adalah 18,36% dan pada periode Januari 2005 - November 2005 adalah 17.5%, sementara jumlah total kasus reproduksi selama tahun 2003 yaitu 176 kasus, sedangkan populasi induk laktasi anggota tahun 2003 adalah 412 ekor, ini berarti kasus reproduksi yang terjadi dibandingkan populasi tahun 2003 adalah 42.7%, 34.6% pada tahun 2004 dan 22.5% tahun 2005. Menurut Achjadi (2005) apabila jumlah kejadian kasus reproduksi induk laktasi pada suatu kelompok sapi perah melebihi 15%, maka akan mempengaruhi tingkat penampilan reproduksi kelompok sapi perah tersebut, antara lain produksi susu cenderung menurun, efisiensi reproduksi rendah dan merugikan peternak dalam kelompok tersebut. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137015
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository