Perilaku Konsumsi Produk Olahan Ikan Pada Pelajar dengan Pendekatan Extended Theory of Planned Behavior
View/ Open
Date
2024-01-31Author
Septisuwendani, Anindya
Sumarwan, Ujang
Aminah, Mimin
Metadata
Show full item recordAbstract
Tren konsumsi pangan akuatik meningkat pesat secara global. Pada tahun 2019 konsumsi pangan akuatik dunia mengalami peningkatan yang signifikan diperkirakan sebesar 158 juta ton dan Asia menunyumbang 72 persen dari keseluruhan konsumsi akuatik. Selain itu, benua Asia menjadi penghasil utama produk akuatik dari tahun 1993. Indonesia sebagai bagian dari benua Asia dengan produksi ikan terbesar kedua setelah Tiongkok. Akan tetapi, tingkat konsumsi ikannya masih rendah karena berada di posisi keenam dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya. Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan tingkat konsumsi ikan yang rendah. Kota Bogor menjadi salah satu kota di Jawa Barat dengan tingkat konsumsi ikan yang masih rendah dibandingkan rata-rata tingkat konsumsi ikan di Indonesia dan Jawa Barat.
Penelitian ini menganalisis perilaku konsumsi produk olahan ikan dengan extended theory of planned behavior. Variabel yang digunakan meliputi attitude, subjective norm, perceived behavioral control, intention dan behavior yang diperluas dengan knowledge. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non-probability sampling dengan purposive sampling. Selain itu, penentuan jumlah sampel melalui rumus krejcie-morgan dengan minimal sampel 246 dan penelitian ini menggunakan 290 sampel. Sampel penelitian ini yaitu pelajar SMPN 2 Kota Bogor dengan syarat kriteria yaitu pelajar yang telah mempelajari pengolahan makanan pada mata pelajaran prakarya. Data dianalisis dengan SEM-PLS dengan software SMART PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh langsung knowledge terhadap attitude dan perceived behavioral control memiliki pengaruh yang signifikan. Selain itu, intention besar dipengaruhi oleh perceived behavioral control dan subjective norm. Selain itu, terkait hubungan tidak langsung perceived behavioral control menjadi mediasi yang paling kuat untuk hubungan knowledge terhadap intention. Konsumsi produk olahan ikan paling kuat dipengaruhi perceived behavioral control. Sehingga implikasi praktis
Implikasi manajerial dalam meningkatkan konsumsi produk olahan ikan dapat dilakukan melalui kebijakan regulasi harga produk olahan ikan oleh pemerintah, edukasi terkait pembelajaran olahan makanan yang dilakukan secara berkelanjutan terkait manfaat, kandungan dan cara pengolahan makanan. Selain itu, program-program sekolah, puskesmas hingga pemerintah mengenai konsumsi makanan bergizi berbasis ikan dilakukan evaluasi dan monitoring secara berkesinambungan. Selain itu, orang tua pelajar dapat meningkatkan kemampuan memasak produk olahan ikan.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
