View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Potensi Pengembangan Sawah Berbasis Daya Dukung untuk Mendukung Kemandirian Pangan di Provinsi Kalimantan Utara

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (4.228Mb)
      BAB I PENDAHULUAN (4.710Mb)
      BAB II TINJAUAN PUSTAKA (4.535Mb)
      BAB III METODE (4.696Mb)
      BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN (4.902Mb)
      BAB V SIMPULAN DAN SARAN (4.216Mb)
      DAFTAR PUSTAKA (4.362Mb)
      Lampiran (4.294Mb)
      Fulltext (7.277Mb)
      Date
      2024-01-31
      Author
      Kusumadiya, Patria
      Rusdiana, Omo
      Mulatsih, Sri
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Jumlah penduduk Indonesia tahun 2019 mencapai 268 juta jiwa dengan pertumbuhan rata-rata 1,31% per tahun selama periode 2010-2019, berdampak pada perkembangan wilayah. Pemekaran Provinsi Kalimantan Utara pada 2012 menghasilkan percepatan pembangunan, namun pertumbuhan ekonomi pesat juga mengancam luas lahan pertanian. Program ketahanan pangan menjadi fokus dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebagai kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan "Zero Hunger". Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berupaya meningkatkan produksi padi melalui praktik pertanian tangguh dan penetapan wilayah pertanian berkelanjutan, dihadapkan pada penurunan produksi beras dan lonjakan kebutuhan lahan akibat alih fungsi. Pendekatan ekonomi, sosial, dan lingkungan diintegrasikan dalam pengembangan pertanian berkelanjutan, dengan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi lahan sawah, serta perhatian terhadap aspek lingkungan dalam pengambilan keputusan. Tujuan utamanya adalah memastikan ketersediaan pangan yang memadai dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengenali potensi lahan yang sesuai untuk pengembangan lahan sawah, dengan mempertimbangkan sejumlah faktor seperti status tanah, izin, pemanfaatan lahan, dan rencana tata ruang wilayah, dengan akhirnya mewujudkan kemandirian pangan. Pendekatan analisis kesesuaian lahan sawah menggunakan model distribusi spesies, dengan menggunakan data lokasi spesies dan variabel lingkungan yang relevan. Penelitian ini melibatkan kedua jenis lahan sawah, yaitu sawah basah dan sawah kering (sawah tadah hujan), serta melakukan penilaian ketersediaan lahan dan merencanakan skenario perkembangan lahan sawah berdasarkan kriteria perkembangan yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi lahan yang cocok untuk pengembangan lahan sawah, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan, regulasi, dan perencanaan wilayah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan respons algoritma terhadap variabel prediktor dalam distribusi spesies padi di Provinsi Kalimantan Utara, dengan kehadiran padi dipengaruhi oleh variabel jarak dari infrastruktur dan indeks vegetasi (NDVI) dalam model ensemble. Model Random Forest (RF) memiliki kinerja lebih baik daripada model lain, namun model ensemble juga menunjukkan kinerja yang mendekati RF. Potensi pengembangan lahan sawah di Provinsi Kalimantan Utara diungkapkan melalui analisis diagram pohon keputusan, mengidentifikasi dua jenis lahan yang berpotensi menjadi lahan sawah. Wilayah pertama, seluas 206.963 ha (2,99% dari total area), berpotensi menjadi lahan sawah dengan pertimbangan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Wilayah kedua, seluas 50.072 ha (0,72% dari total area), berpotensi menjadi lahan sawah namun saat ini berstatus kawasan hutan, sehingga membutuhkan izin atau perubahan status sesuai peraturan kehutanan. Status ketersediaan pangan sendiri di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2015 mencapai angka daya dukung 1,34, tetapi terjadi penurunan menjadi di bawah 1 dari 2016 hingga 2020, mengindikasikan kegagalan mencapai swasembada beras karena menurunnya produksi padi. Proyeksi pertumbuhan produksi padi yang semakin merosot berdampak pada daya dukung yang diproyeksikan pada tahun 2037 menjadi hanya 0,28 atau kategori III. Hasil analisis tiga skenario simulasi pengembangan lahan sawah menunjukkan skenario Optimis berpotensi menghasilkan surplus produksi beras pada 2037, menggarisbawahi perlunya revisi pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) guna mendukung pengembangan lahan sawah serta perlindungan lahan pertanian berkelanjutan (LP2B) bagi para petani.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136907
      Collections
      • MT - Multidiciplinary Program [1955]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository