Peranan salesman sebagai pelaksana personal selling dalam meningkatkan penjualan : studi kasus pada PT.Sarlindo Prakarsa Cabang Bogor
Abstract
Kemajuan perekonomian pada suatu negara ditandai dengan semakin pesatnya perkembangan perusahaan industri, perusahaan dagang dan jasa. Perusahaan harus menyadari bahwa dengan iklim persaingan yang semakin ketat, sangat sulit untuk membangun reputasi perusahaan, demikian pula sebaliknya sangat mudah untuk kehilangannya.
Kondisi Iklim pasar yang sarat dengan persaingan bisnis, menuntut perusahaan untuk memahami segala keinginan dan kebutuhan konsumen sesuai dengan fungsi dari perusahaan yang bersangkutan, sehingga produk yang dihasilkan dapat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. PT. Sariindo sebagai salah satu distributor terkemuka di Bogor dan sekitarnya sangat mengetahui dan menyadari bahwa dengan peningkatan penduduk Indonesia yang kian pesat dapat merupakan pangsa pasar yang baik bagi perusahaan dalam meningkatkan penjualan perusahaan. Penjualan individu (Personal selling) merupakan salah satu strategi pemasaran yang dapat digunakan perusahaan untuk meningkatkan penjualan terhadap produk yang ditawarkan perusahaan.
Pelaksanaan personal selling yang diterapkan oleh perusahaan terlihat cukup signifikan hal ini terlihat dengan naiknya rata-rata penjualan perusahaan dari Rp 654 juta perbulan menjadi berkisar antara Rp. 2 milyar sampai Rp. 3 milyar perbulannya pada tahun 2003 hanya untuk wilayah Bogor. Personal selling yang dilakukan oleh perusahaan tidak lepas dari peranan salesman sebagai pelaksana dilapangan. Salesman sebagai individu tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan dalam melakukan personal selling, salesman sebagai tengaga kerja mempunyai produktivitas yang berbeda-beda sehingga banyak faktor yang mendasari salesman dalam melakukan penjualan. Produktivitas itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai ..dst
