View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Status kadar air, Fe- dan Mn-Larut serta P-Bray#1 tanah bedengan pertanaman kacang-kacangan pada budidaya jenuh air

      Thumbnail
      View/Open
      full text (11.53Mb)
      Date
      2004
      Author
      Rahmadi, Yulianto
      Anwar, Syaiful
      Sudadi, Untung
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu kendala budidaya kacang-kacangan adalah kekeringan. Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan menanam kacang-kacangan pada bedengan yang sengaja dibuat di sebagian lahan sawah beririgasi bertumpangsari dengan padi sawah yang ditanaman pada petakan lainnya. Praktek ini dikenal sebagi sistem Budidaya Jenuh Air (BJA). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh perlakuan jenis komoditas kacang-kacangan (kedelai, kacang tanah dan kacang hijau) serta lebar bedengan (1 dan 2 m) terhadap status kadar air, Fe- dan Mn-larut serta P-Bray#1 dalam kaitannya dengan berkembangnya kondisi reduktif tanah bedengan pada sistem BJA. Sifat-sifat kimia tanah ditetapkan pada kedalaman 0-10 cm dan 10-20 cm pada saat terjadi klorosis (4 MST) dan panen (85-110 HST) bergantung pada komoditasnya. Sejak pemunculan daun pertama hingga 4 MST tanaman uji menunjukkan gejala klorosis sebagai permulaan proses aklimatisasi terhadap kondisi jenuh air. Perlakuan jenis komoditas dan lebar bedengan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, Fe- dan Mn-larut tanah bedengan, kecuali pengaruh jenis tanaman terhadap Mn-larut pada masa panen. Tanah bedengan berada pada kondisi jenuh air hingga masa panen, tetapi perubahan pH berjalan lambat. Besi larut air cenderung meningkat dengan waktu. Mangan larut air cenderung menurun pada saat panen. Kelarutan Mn lebih tinggi daripada Fe dan meningkat dengan kedalaman. Perlakuan jenis komoditas berpengaruh nyata terhadap konsentrasi P- Bray#1. Konsentrasi P-Bray#1 pada pertanaman kacang tanah lebih tinggi daripada pada pertanaman kacang hijau dan kedelai karena perbedaan periode kondisi jenuh akibat perbedaan umur panen.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136844
      Collections
      • UT - Soil Science and Land Resources [2825]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository