Willingness Petani Menanam Tebu dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya
Abstract
Permintaan gula di Indonesia terus meningkat setiap tahun, sementara
produksi gula dalam negeri tidak dapat mengimbangi karena penurunan luas lahan
perkebunan tebu, terutama perkebunan tebu rakyat. Penurunan ini disebabkan oleh
petani yang beralih menanam komoditas lain. Mengacu pada theory of planned
behavior, keputusan petani menanam tebu dapat dipengaruhi oleh perilaku petani
secara sadar dan terencana serta niat (willingness) mereka untuk menanam tebu.
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat willingness petani menanam tebu dan
faktor-faktor yang memengaruhi petani dalam melanjutkan atau memperluas
penanaman tebu mereka. Penelitian ini dilakukan untuk memahami motivasi dan
hambatan yang dialami oleh petani serta membantu mengembangkan solusi yang
lebih efektif untuk menjaga ketahanan pangan gula di Indonesia. Penelitian ini
menggunakan data primer dari 62 petani di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang
yang diperoleh secara purposive sampling. Metode dalam analisis data
menggunakan analisis skoring dan Structural Equation modeling-partial least
square. Hasil penelitian menunjukkan tingkat willingness petani menanam tebu di
Kecamatan Dampit berada pada kategori tinggi, dengan sikap dan norma subjektif
menjadi faktor yang memengaruhi willingness petani secara positif dan signifikan.
Hasil tersebut menunjukkan perlu adanya fokus pada pengembangan sikap positif
dan norma subjektif yang mendukung, serta faktor lain seperti harga tebu dan
persepsi risiko dalam meningkatkan tingkat kesediaan petani untuk terus menanam
tebu di musim tanam selanjutnya.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
